Pendiri sekaligus CEO Jababeka Group, Setyono Djuandi Darmono mengatakan, kesuksesan tidak lahir dari faktor tunggal, ia dipengaruhi banyak hal lainnya, kesuksesan juga tidak datang karena keberuntungan atau faktor kerja keras semata.
Keberanian berpikir visioner serta pengalaman adalah hal paling pokok untuk merengkuh kesuksesan. Mereka yang visioner bisa dengan cepat memaksimalkan peluang kecil menjadi sesuatu yang besar.
Baca Juga: Mengenal Ni Luh Djelentik, Ahokers Garis Keras Anti Anies Baswedan
Hal ini yang ia lakukan selama bertahun-tahun di perusahaannya Jababeka Group yang kini menelurkan deretan pembangunan properti di berbagai kawasan.
“Saya bilang tenaga yang dibuang 10 hektar atau 100 ribu hektar sama, tapi hasilnya beda,” katanya dilansir Olenka.id Selasa (21/7/2026).
“Karena sudah pengalaman membangun 10 hektar, kita sudah tahu caranya membebaskan tanah, meminta izin kawasan ini yang dari 10 hektar ke 1.000 hektar,” tambahnya.
Salah satu pikiran paling visioner yang pernah dilakukan Jabeka kata Darmono adalah ide untuk mengendalikan dan mengubah aturan main. Jelas ini butuh nyali besar.
"Dengan mengubah regulasi, kita jadi memperoleh diferensiasi yang kuat. Jadi, dalam tempo 3 tahun, 500 hektar sudah terjual. Di Bintaro, 10 hektar itu 10 tahun baru terjual," ungkap Darmono.
Kesuksesan Jababeka tidak hanya membawa pertumbuhan bagi perusahaan, tetapi juga memicu lahirnya ekosistem industri baru. Infrastruktur yang lebih dulu dibangun di kawasan Jababeka kemudian menjadi acuan bagi pengembang kawasan industri lainnya.
Baca Juga: Don Ritto Sudah Ditahan tapi Febrie Masih Bebas, Profesionalisme Kejagung Mulai Dipertanyakan
"Perusahaan-perusahaan asing datang, infrastruktur kami bangun yang di dalam kawasan, ditiru kemudian oleh perusahaan-perusahaan yang lain. Sehingga sepanjang tol Cikampek itu, itu berapa banyak sekarang kawasan industri yang menimbulkan jutaan lapangan kerja," pungkas Darmono.