Ni Luh Djelentik merupakan salah satu politisi perempuan perempuan yang vokal menyuarakan berbagai hal. Memanfaatkan kemajuan media sosial di era sekarang ini, Ni Luh kerap menyuarakan berbagai masalah dari urusan politik hingga masalah sosial.
Hal ini yang membuat Ni Luh menjadi salah satu politisi yang dikenal sanagt dekat dengan rakyat. Berbagai keluhan masyarakat di media sosial kerap ia respons cepat dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan dengan menghubungi pejabat terkait.
Loyalis Ahok
Ni Luh merupakan salah satu loyalis garis keras Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kekagumannya terhadap kepemimpinan Ahok membuatnya menjadi salah satu orang yang rela pasang badan dan mati-matian membela Ahok ketika yang yang bersangkutan tersandung kasus penistaan agama pada Pilkada DKI Jakarta 2017 silam.
Baca Juga: Jadi Orang Kebanggan Presiden, Febrie Adriansyah Bakal Dibantu Prabowo?
Ia secara konsisten dan vokal memberikan dukungan moril kepada Ahok, baik selama proses hukum, masa pemenjaraan, hingga pasca Ahok bebas.
Selama kasus Ahok bergulir dan menimbulkan perpecahan karena polarisasi bernuansa sentimen suku agama dan antar golongan, Ni Lu menjadi salah perempuan yang maju paling depan menentang hal itu. Ni Luh merupakan sosok yang paling anti politisasi agama.
Di Berbagai kesempatan Ni Luh secara tegas menyatakan Ahok merupakan mentor politiknya, ia sangat kagum dengan kinerja Ahok ketika memimpin Jakarta.
Tak hanya Ahok Ni Luh juga menaruh kekaguman yang sama untuk Joko Widodo (Jokowi), ke dua sosok ini menginspirasinya dalam mengambil berbagai keputusan politik di kemudian hari ketika sudah benar-benar terjun ke panggung politik.
Ke dua sosok ini pula yang membuat Ni Luh sempat memutuskan untuk bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) namun kemudian memilih hengkang karena berbagai alasan dan bergabung dengan Partai NasDem.
Lewat Partai Politik Besutan Surya Paloh itu Ni Luh sempat mencoba peruntungan dengan maju sebagai Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah Pemilihan Bali pada 2019 namun gagal.
Hengkang Dari NasDem Karena Anti Anies Baswedan
Ni Luh adalah politisi perempuan yang tidak kenal kompromi, ia tegas dan selalu berpegang teguh pada prinsipnya.
Ini yang membuatnya berbeda dengan kebanyakan politisi lain yang bisa berubah-ubah pandangan dan sikap politiknya. Dimana pandangan politik mereka biasanya disesuaikan dengan kepentingan masing-masing. Itu tidak berlaku bagi Ni Luh.
Menjelang Pilpres 2024 lalu, Ni Luh benar-benar diuji. NasDem yang menjadi partai politik tempatnya bernaung selama bertahun-tahun mengambil sebuah keputusan yang bertentangan dengan hati nurani Ni Luh, dimana partai politik tersebut memutuskan mengusung Anies Baswedan sebagai calon Presiden di Pilpres 2024. Loyalitas Ni Luh untuk Ahok dihadapkan pada ujian berat.
Ni Luh rela mengorban karier politiknya di NasDem, dia ogah satu kubu dengan Anies Baswedan orang yang ia tentang mati-matian pada Pilkada DKI 2017 silam karena isu rasial yang membuat Ahok kalah dan dipenjara kala itu. Memori kelam itu yang membuatnya benar-benar cabut dari NasDem.
Memutuskan hengkang dari NasDem bukan berarti karier politiknya langsung mati, justru sebaliknya Ni Luh terpilih menjadi Anggota Perwakilan Dewan (DPD) mewakili Provinsi Bali periode 2024-2029.
Ia melangkah ke panggung legislatif sebagai calon independen dan kini menjadi salah satu wakil Bali di lembaga perwakilan nonpartai tersebut.
Sebagai anggota DPD, Ni Luh Djelantik memiliki tugas untuk menyuarakan kepentingan daerah, memberikan masukan terhadap rancangan undang-undang tertentu, serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang dan kebijakan nasional yang berdampak langsung pada daerah.
Sisi Lain Ni Luh
Kendati kadung dikenal sebagai politisi, namun perempuan kelahiran 15 Juni 1975 di Kalianget, Seririt, Buleleng, Bali itu tak benar-benar memulai kariernya dari panggung politik.
Karier profesional Ni Luh Djelantik dimulai di industri fesyen internasional. Ia sempat malang melintang di sejumlah perusahaan fesyen ternama. Salah satunya adalah perusahaan milik Paul Ropp, seorang desainer asal Amerika Serikat yang berbasis di Bali.
Di perusahaan tersebut, dia dipercaya menjabat sebagai direktur pemasaran dan berhasil meningkatkan penjualan secara signifikan, termasuk membuka butik di New York dan beberapa lokasi internasional lainnya.
Baca Juga: Febrie Adriansyah Masih Berkeliaran Bebas, Kejagung Bilang Mau Lihat-lihat Dulu Barbuk Polisi
Kenyang dengan pengalaman di perusahaan itu, Ni Luh kemudian memutuskan merintis usaha sendiri. Ia kemudian mendirikan merek sepatu sendiri bernama Nilou, yang fokus pada produk sepatu handmade berkualitas tinggi dengan sentuhan budaya Bali.
Produk-produknya dipasarkan hingga ke luar negeri dan digunakan oleh beberapa figur publik internasional, seperti Uma Thurman, Julia Roberts, dan Gisele Bündchen.
Meskipun sempat kehilangan hak paten atas merek awalnya karena menolak produksi massal di luar negeri, Ni Luh Djelantik tetap mempertahankan produksi di Bali. Keputusan ini diambil demi menjaga kualitas serta mendorong pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Produk-produk hasil karyanya telah menembus pasar internasional, termasuk di Swiss dan Rusia. Ia juga pernah menerima penghargaan Best Fashion Brand & Designer dari ajang The Yak Awards 2010.