PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) merupakan perusahaan yang berdiri sejak tahun 1994 di Pati, Jawa Tengah. Perusahaan ini bergerak di sektor fast-moving consumer goods (FMCG) dengan memproduksi sejumlah merek makanan dan minuman siap saji. Garudafood resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018 dengan kode emiten saham GOOD.
Meski resmi berdiri di tahun 1994, perjalanan Garudafood bermula di tahun 1958 dengan berdirinya PT Tudung sebagai produsen tepung tapioka di Pati, Jawa Tengah. Sementara itu, merek Garuda pertama kali digunakan di tahun 1990 ketika perusahaan yang telah berganti nama menjadi PT Tudung Putra Jaya tersebut memproduksi kacang kulit.
Baca Juga: Kisah Darmo Putro Dirikan Garudafood
Masuknya Sudhamek Agoeng Waspodo Soenjoto (Sudhamek AWS) sebagai generasi kedua di PT Tudung Putra Jaya pada tahun 1994 mencatatkan tonggak penting bagi berdirinya Garudafood. Ayahnya, Darmo Putro, merupakan pendiri PT Tudung di tahun 1958.
Di tangan Sudhamek AWS, berikut perjalanan penting yang dilalui Garudafood hingga mampu berkembang sampai sekarang:
- 1994: Pendirian PT Garudafood Putra Putri Jaya sebagai produsen aneka kacang bersalut di Pati Jawa Tengah;
- 1994: Pendirian PT Sinar Niaga Sejahtera (SNS) sebagai perusahaan distribusi;
- 1997: Masuknya Garudafood ke bisnis biskuit serta mulai beroperasinya pabrik di Gresik;
- 1998: Akuisisi PT Triteguh Manunggal Sejati dan peluncuran produk Okky Jelly Drink;
- 1999: SNS perluas jangkauan distribusi ke luar Pulau Jawa;
- 2001: Peluncuran wafer stick merek Gery;
- 2002: Diluncurkannya Garuda Pilus;
- 2004: Diluncurkannya minuman Mountea;
- 2005: Garudafood meluncurkan merek makanan ringan Leo;
- 2007: Mulai beroperasinya pabrik biskuit di Rancaekek dan peluncuran Garuda Rosta;
- 2008: Peluncuran merek Chocolatos;
- 2009: Diluncurkannya merek minuman Clevo;
- 2011: Joint venture dengan Suntory Beverage & Food Asia Pte Ltd (SBFA) mendirikan PT Suntory Garuda Beverage;
- 2012: Beroperasinya pabrik susu di Rancaekek;
- 2015: Peluncuran logo baru Garudafood;
- 2018: Melantai di BEI dengan kode GOOD serta pendirian anak perusahaan Golden Bird Pacific Trading Ltd;
- 2019: Joint venture dengan Hormel Foods Asia Pacific Pte Ltd (HFAF);
- 2019: Joint venture dengan Falcon Picture mendirikan PT Garuda Elang Nusantara dan peluncuran merek Dilan;
- 2020: Pengambilalihan PT Mulia Boga Raya Tbk (MBR);
- 2022: Masuknya Hormel Foods International Corporation sebagai investor strategis minoritas di Garudafood.
Anak Usaha Garudafood
Berdasarkan data per Mei 2023, GOOD mengantongi 123 SKU dan Prochiz 38 SKU untuk market domestik. Khusus pasar internasional, Garudafood Group mengantongi 108 SKU dengan 30 lebih negara tujuan ekspor. Garudafood memiliki 5 pabrik yang tersebar di Pati (2), Gresik (1), Sumedang (1), Cikarang (1), serta 10 pabrik OEM.
Selain itu, mengutip laman resmi dan keterbukaan informasi di laman BEI, Garudafood Group saat ini menaungi lima (5) anak perusahaan, yakni:
- Goldenbird Pacific Trading Pte. Ltd.: Perusahaan ini berlokasi di Singapura dan bertugas mendistribusikan produk Garudafood Group di pasar ekspor;
- PT Garuda Beverage Sukses: Dulunya bernama PT Suntory Garuda Beverage yang bergerak di industri minuman kemasan seperti Okky Jelly Drink, Mountea, dan Mytea;
- PT Garuda Sehat Jaya: Perusahaan ini merupakan produsen herbal modern dengan merek JMK yang memproduksi Minyak Telon JMK dan aneka jamu, seperti Jamu Klingsir JMK dan Jamu Sehapar JMK;
- PT Mulia Boga Raya Tbk: Produsen keju dengan merek Prochiz;
- PT Sinarniaga Sejahtera: Perusahaan yang bergerak di bidang distribusi.