Bachtiar Karim merupakan penerus bisnis Musim Mas Group yang dirintis sang ayah, Anwar Karim. Berawal dari usaha sabun di tahun 1930-an, keluarga Karim resmi mendirikan Musim Mas yang bergerak di sektor sawit pada tahun 1972. Kesuksesan bisnis Musim Mas Group telah mengantarkan Bachtiar Karim dan keluarganya berada di posisi ke-18 daftar orang terkaya Indonesia 2025 versi Forbes dengan kekayaan US$4,2 miliar.
Profil Bachtiar Karim
Bachtiar Karim lahir di Medan, Sumatera Utara pada 5 November 1957 dari pasangan Anwar Karim dan Mikie Wijaya. Meski lahir di Indonesia, Bachtiar Karim menempuh pendidikan jenjang sekolah menengah atas (SMA) di Hwa Chong Junior College, Singapura. Dia juga melanjutkan pendidikannya di National University of Singapore (NTU) untuk mengambil jurusan teknik mesin.
Baca Juga: Mengenal Sosok Shanti Poesposoetjipto, Komisaris Utama Samudera Indonesia
Bersama dengan kedua adiknya, yakni Burhan Karim dan Bahari Karim, Bachtiar Karim resmi mengambil alih segala tanggung jawab perusahaan usai sang ayah meninggal di tahun 1997. Bergerak dari sektor hulu hingga hilir, Musim Mas Group tidak hanya mengelola perkebunan, tetapi juga memproduksi berbagai produk turunan sawit.
Beberapa contoh merek terkenal dari perusahaan ini adalah minyak goreng Sunco, Amago, dan Voila. Di tahun 2024, pendapatan Musim Mas Group diproyeksikan sebesar US$8,2 miliar.
Dengan kekayaannya, Bachtiar Karim membeli Royal Darby Park Executive Suites seharga US$117 juta dari Royal Group milik miliarder Singapura, Asok Hiranandani, pada tahun 2019. Dia lantas membuka hotel The Standard di lokasi tersebut pada tahun 2025.
Mengutip Forbes, putra Bachtiar Karim yang bernama Chayadi Karim sedang membangun grup properti melalui Invictus Developments yang berbasis di Singapura. Grup ini mencakup properti hotel di Singapura, Australia, dan Jepang.