Indonesia dan Eropa mempertegas langkah bersama dalam mempercepat transisi menuju pembangunan hijau berbasis inovasi melalui RI–EU Science and Technology Collaboration Forum 2026, Rabu (22/4). Diselenggarakan bertepatan dengan momentum Hari Bumi, forum bertema “Green Technology for Sustainable Climate Solutions” ini menjadi ruang kolaborasi penting bagi para pemangku kepentingan dari kedua kawasan.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia mendorong sinergi lintas negara dalam pengembangan teknologi hijau, penguatan kapasitas riset, serta perluasan jejaring inovasi global yang inklusif dan setara. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa kemitraan Indonesia-Uni Eropa penting dalam menjawab kebutuhan bangsa melalui penguatan riset dan inovasi.

Baca Juga: Akselerasi Transisi Energi Indonesia dan ASEAN, Enlit Asia-Electricity Connect 2026 Resmi Digelar September Mendatang!

“Kita ingin memastikan bahwa riset, inovasi, serta sumber daya manusia menjadi kekuatan utama dalam menjawab kebutuhan bangsa Indonesia. Perguruan tinggi harus berada di garda depan dalam melahirkan talenta-talenta unggul yang memiliki perencanaan strategis. Forum ini mengangkat tema yang sangat relevan, yaitu teknologi hijau, yang merupakan salah satu solusi masa depan, yang menjadi kebutuhan kita,” ujar Menteri Brian.

Forum ini menegaskan komitmen Indonesia dan Uni Eropa untuk kerja sama yang inklusif, setara, dan berorientasi pada solusi guna menghasilkan inovasi berbasis sains dan teknologi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan. “Kami berharap kita bisa terus memperkuat komunikasi sehingga bisa menjadi jembatan para peneliti, membuka akses bagi para mahasiswa dan dosen, serta membangun proyek-proyek kolaboratif yang bisa diukur dampaknya. Kita ingin kolaborasi Indonesia dan Uni Eropa semakin kuat dalam bentuk kolaborasi yang bisa dihasilkan oleh dua bangsa,” tutup Menteri Brian.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, menggarisbawahi bahwa kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan solusi praktis berbasis sains dan teknologi. “Indonesia adalah mitra kunci bagi Uni Eropa dalam mendorong inovasi hijau. Dengan mendukung inisiatif Pemerintah Republik Indonesia, yaitu 1.000 Green Engineers, berarti kami juga mewujudkan strategi Uni Eropa Global Gateway, menjalin kemitraan yang kuat di seluruh dunia. Kami berinvestasi pada generasi muda Indonesia, karena teknologi hijau akan membentuk masa depan kita bersama secara berkelanjutan, hingga berpuluh tahun mendatang,” jelas Duta Besar Denis.

Sebagai bagian dari forum, komunitas pendidikan Indonesia diperkenalkan dengan EU Green Engineering Hub (https://www.greenengineer.eu/), sebuah platform yang memfasilitasi akses terhadap informasi program pendidikan, beasiswa, peluang kolaborasi, serta pilihan karir di bidang rekayasa hijau di kawasan Eropa. Platform ini diharapkan dapat menggugah minat para akademisi, peneliti dan inovator Indonesia untuk menempuh pendidikan dan menghasilkan karya nyata yang dapat memecahkan persoalan iklim dan lingkungan hidup dengan memastikan efisiensi pemanfaatan sumber daya, energi terbarukan, manajemen sampah dan limbah yang baik, serta kelestarian ekologi.

Komitmen Uni Eropa-Indonesia untuk memperkuat kerja sama di bidang sistem yang berkelanjutan dan teknologi hijau ini ditegaskan pula oleh Jean-Marc Roda, Regional Director CIRAD (Pusat Penelitian Pertanian untuk Pembangunan Internasional berbasis di Prancis) yang membahas transformasi dari sumber daya alam menjadi inovasi hijau.