Stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Penyakit ini terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu akibat penyumbatan pembuluh darah (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah di otak (stroke hemoragik).

Kabar baiknya, sebagian besar faktor risiko stroke dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup. Sayangnya, sejumlah kebiasaan yang sering dianggap sepele justru dapat meningkatkan risiko penyakit ini jika dilakukan terus-menerus.

Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko stroke.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Kepanasan, Dokter Spesialis Jantung Ingatkan Heat Stroke Bisa Berujung Kematian

1. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Tinggi Garam, Gula, dan Lemak Jenuh

Pola makan menjadi salah satu faktor yang paling berpengaruh terhadap kesehatan pembuluh darah. Konsumsi makanan tinggi garam, seperti makanan instan, camilan kemasan, dan makanan kalengan, dapat memicu tekanan darah tinggi yang merupakan faktor risiko utama stroke.

Sementara itu, makanan tinggi lemak jenuh, seperti gorengan, makanan cepat saji, dan daging olahan, dapat meningkatkan kadar kolesterol sehingga memicu penumpukan plak di pembuluh darah.

Asupan gula berlebihan juga dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko diabetes, yang turut berkontribusi terhadap terjadinya stroke.

2. Jarang Bergerak atau Kurang Berolahraga

Gaya hidup sedentari atau terlalu banyak duduk dapat meningkatkan risiko obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi, hingga diabetes. Seluruh kondisi tersebut merupakan faktor yang berkaitan erat dengan stroke.

Baca Juga: Ini Cara Mencegah Stroke yang Disarankan Dokter Ahli

Sebaliknya, aktivitas fisik secara rutin selama sekitar 30 menit per hari atau setidaknya lima kali dalam seminggu dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah sekaligus menurunkan risiko stroke.

3. Merokok

Merokok merupakan salah satu kebiasaan yang paling berbahaya bagi kesehatan pembuluh darah. Zat kimia dalam rokok dapat merusak dinding pembuluh darah, meningkatkan tekanan darah, serta membuat darah lebih mudah menggumpal.

Semakin lama seseorang merokok dan semakin banyak jumlah rokok yang dikonsumsi, semakin besar pula risiko terkena stroke.

4. Mengonsumsi Alkohol Berlebihan

Konsumsi alkohol dalam jumlah berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko stroke. Alkohol dapat memicu tekanan darah tinggi, mengganggu fungsi hati, serta memengaruhi proses pembekuan darah sehingga meningkatkan risiko terjadinya perdarahan di otak.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Memicu Stroke di Usia Muda

5. Kurang Tidur atau Tidur Tidak Berkualitas

Tidur yang terlalu sedikit maupun kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada kesehatan jantung dan pembuluh darah. Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, rasa kantuk berlebihan pada siang hari, hingga kebiasaan tidur lebih dari sembilan jam setiap malam diketahui berkaitan dengan meningkatnya risiko stroke.

Untuk menjaga kesehatan tubuh, orang dewasa disarankan tidur sekitar tujuh hingga delapan jam setiap malam.

6. Mengalami Stres Berkepanjangan

Stres yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan tekanan darah dan memicu perubahan gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan berlebihan, kurang tidur, hingga malas berolahraga. Kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan risiko stroke apabila tidak dikelola dengan baik.

7. Membiarkan Tekanan Darah Tinggi Tidak Terkontrol

Hipertensi merupakan faktor risiko terbesar penyebab stroke. Tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak pembuluh darah sehingga lebih mudah mengalami penyumbatan maupun pecah.

Karena itu, penderita hipertensi perlu rutin memantau tekanan darah dan menjalani pengobatan sesuai anjuran dokter agar risiko stroke dapat ditekan.

Cara Menurunkan Risiko Stroke

Risiko stroke dapat dikurangi melalui penerapan gaya hidup sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengurangi konsumsi garam, gula, dan lemak jenuh.
  • Memperbanyak konsumsi buah, sayur, serta makanan tinggi serat.
  • Berolahraga secara rutin minimal 30 menit setiap hari.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Tidur cukup selama tujuh hingga delapan jam setiap malam.
  • Mengelola stres dengan baik.
  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala.

Stroke sering kali dijuluki sebagai silent killer karena faktor risikonya dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas. Oleh sebab itu, menerapkan gaya hidup sehat sejak dini menjadi langkah penting untuk menurunkan risiko penyakit ini.

Apabila memiliki riwayat hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau penyakit jantung, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin dan berkonsultasi dengan dokter agar faktor risiko dapat terdeteksi serta ditangani sedini mungkin.