PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) optimistis mencatatkan pertumbuhan jumlah penumpang Whoosh sebesar 5%–6% pada 2026, seiring tren kinerja operasional dan keuangan yang terus membaik sejak beroperasi penuh pada Oktober 2023.
Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengungkapkan, saat ini jumlah penumpang Whoosh telah mencapai sekitar 6,2 juta orang per tahun.
“Kita punya corporate business plan untuk growth penumpang minimal 5% per tahun. Kalau kemarin 6,2 juta, tahun depan kita harapkan bisa lebih dari 6,5 juta. Minimal 6,5 juta, tapi tentu kami berharap bisa lebih,” ujarnya.
Baca Juga: Dirut KCIC: Kereta Cepat Harus Lanjut ke Surabaya
Tak hanya dari sisi volume penumpang, perseroan juga mencatat pertumbuhan kinerja keuangan yang signifikan. Pendapatan tumbuh sekitar 16%–19% sepanjang 2025, sementara EBITDA meningkat hampir 100% dibandingkan tahun sebelumnya.
“EBITDA kami tumbuh hampir 100% dibanding tahun lalu. Pendapatan juga naik 16%. Termasuk yang paling menggembirakan adalah revenue per passenger, yang menunjukkan ability to pay dan willingness to pay penumpang semakin baik,” kata Dwiyana kepada Olenka dikutip Sabtu (14/02/2026).
Baca Juga: Mengenal Dwiyana Riyadi, Wajah Lama di Perkeretaapian Indonesia yang Jadi Orang Penting di PT KCIC
KCIC mengakui, pada awal operasional sempat muncul kekhawatiran terkait tarif. Setelah masa uji coba gratis selama satu bulan pada Oktober 2023, tarif ditetapkan Rp150.000 per penumpang.
“Waktu itu banyak yang memberi advice, kalau bisa tiga tahun jangan lebih dari Rp150.000 dulu. Katanya kalau naik, penumpang akan kembali ke moda darat lain,” tuturnya.
Namun, KCIC tetap menerapkan skema dynamic pricing, dengan tarif lebih tinggi pada hari sibuk dan lebih rendah pada hari biasa. Kini, tarif tertinggi mencapai Rp300.000 per penumpang.
Baca Juga: Sunlight Gandeng KCIC untuk Ciptakan Hidup Produktif dan Efisien
“Alhamdulillah, dari Rp150.000 sekarang berkembang sampai Rp300.000. Artinya layanan ini diterima masyarakat dan punya segmen berbeda dibanding travel atau bus,” ujarnya.
Selain memperluas pasar domestik, KCIC juga membidik wisatawan mancanegara yang kini berkontribusi sekitar 7% dari total penumpang. Untuk memperkuat distribusi global tersebut, KCIC menggandeng Trip.com Group.
Global Commercial Head International Train Business Trip.com Group, Ian Luo, mengatakan kerja sama ini menjadi langkah awal ekspansi di Asia Tenggara.
Baca Juga: Kerja Sama Trip.com dan Whoosh Perkenalkan Kereta Cepat Indonesia ke Dunia
“Kerja sama dengan Whoosh ini menjadi yang pertama di Asia Tenggara dan bagian dari strategi memperkuat penetrasi pasar Indonesia,” ujarnya.