Kader PDI Perjuangan, John Sitorus menyorot tajam dua nama yang wajib disalahkan masyarakat dalam kasus kebakaran hutan (karhutla) yang belakangan marak di sejumlah tempat seperti Kalimantan dan Sumatera.
Dia mengatakan, dua nama yang seharusnya bertanggung jawab atas bencana ekologis ini adalah Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni dan Hashim Djojohadikusumo yang merupakan adik kandung Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Tetapkan 71 Tersangka, Pak Polisi Berani Nggak Ungkap Pemodal Kasus Kebakaran Hutan?
“Kalian jangan hanya MARAH ke Menhut Raja Juli Antoni, tapi juga Hashim Djojohadikusumo,” kata Jhon Sitorus dalam sebuah unggah di akun X miliknya dilansir Rabu (26/8/2026).
John mengatakan, Sebagai Menteri Kehutanan, Raja Juli jelas menjadi ujung tombak pengelolaan hutan di Indonesia, ia menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kebakaran hutan saat ini.
John melanjutkan, pihak lain yang turut bertangung jawab atas masalah ini adalah Hashim Djojohadikusumo sebab ia merupakan Kepala satgas Taman Nasional yang membawahi 57 Taman Nasional di Indonesia.
“Biar bagaimanapun, Hashim juga bertanggung jawab dengan kebakaran yang terjadi di berbagai Taman Nasional seperti Gunung Gede, Bromo, Way Kambas dll sebagai kepala Satgas bidang pembiayaan dan Pengelolaan,” ujarnya.
“Kalau gak mau tanggung jawab, ya MUNDUR saja,” tambahnya memungkasi.
Pada sisi lain Presiden RI Prabowo Subianto mengeklaim bencana kebakaran hutan yang terjadi sekarang ini mulai teratasi dengan baik. Kebakaran hutan mengerikan itu kata dia mulai termitigasi bahkan kepala negara optimis bencana itu bisa diselesaikan dalam waktu dekat.
"Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat. Saya harap dalam satu dua minggu ini bisa selesai semua," kata Prabowo di peluncuran program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp, Kab. Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga: Prabowo Soal Penanganan Karhutla: Sekarang Sudah Teratasi, Belasan Heli dan Pesawat Sudah Dikerahkan
Menurut Prabowo, saat ini pemerintah sedang berusaha keras menangani masalah ini. Tak hanya satu instansi, perkara karhutla ditangani oleh lintas stakeholder.
"Kita sekarang kerahkan puluhan heli, belasan pesawat, berbagai teknik, ratusan bor air, ratusan pompa air, ribuan personel", ucapnya.