Lebih lanjut, Rhenald menjelaskan, perjalanan menuju sebuah lokasi pertunjukan juga memiliki banyak kemungkinan yang tidak dapat diprediksi.
Seseorang bisa menghadapi kemacetan, banjir menuju bandara, keterlambatan pesawat, hingga kondisi tertentu yang membuat bandara ditutup.
Karena itu, menurut Rhenald, setiap pihak perlu menyiapkan langkah antisipasi dan menentukan siapa yang memiliki kewenangan mengambil keputusan ketika masalah muncul.
“Di bandara atau dalam perjalanan seribu satu persoalan bisa terjadi. Misalnya saja kalian terlambat sampai di airport, jalanan macet, jalanan banjir menuju bandara, lalu kemudian pesawat bisa terlambat, bisa delay,” katanya.
Rhenald juga menuturkan, persoalan tidak terduga memang merupakan bagian dari kehidupan maupun pekerjaan. Bahkan dirinya mengaku pernah mengalami kendala perjalanan ketika harus bepergian dari luar kota.
Namun, keberadaan masalah tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan tanggung jawab terhadap komitmen yang telah dibuat.
“Banyak hal tak terduga, banyak hal yang mengecewakan. Tetapi jangan libatkan pihak lain dan tetap profesional,” tegasnya.
Lebih jauh, Rhenald mengingatkan bahwa persoalan profesionalisme di era digital dapat dengan cepat menjadi perhatian publik. Ketika sebuah kejadian menimbulkan kekecewaan, pembicaraan tidak lagi terbatas pada orang-orang yang hadir dalam suatu acara. Publik dari berbagai daerah juga dapat ikut memberikan penilaian melalui media sosial.
“Yang berkomentar pasti bukan hanya orang yang ada di Batam, tapi juga ada orang-orang dari mana-mana yang menilai kalian tidak profesional,” ujar Rhenald.
Karena itu, ia menilai, kasus tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi anak muda bahwa profesionalisme harus dibangun melalui kemampuan menyelesaikan persoalan, menjaga komitmen, dan tidak melempar dampak masalah kepada pihak yang tidak berkepentingan.
“Ini pelajaran penting bagi kaum muda bahwa dalam hidup ini banyak hal tak terduga, banyak hal yang mengecewakan. Tetapi jangan libatkan pihak lain dan tetap profesional,” pungkas Rhenald.
Baca Juga: Rhenald Kasali: Mobil Otonom Berpotensi Gantikan Pengemudi Ride-Hailing di Masa Depan