"Kardio melatih otot jantung, sedangkan olahraga beban melatih otot rangka. Dua-duanya sama-sama bermanfaat," jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Bobby mengatakan bahwa salah satu indikator jantung yang semakin bugar adalah menurunnya denyut nadi saat beristirahat.
Hal ini menunjukkan jantung mampu bekerja lebih efisien karena setiap kali berdetak, volume darah yang dipompa menjadi lebih banyak.
"Kalau kita melatih otot jantung lewat kardio, jantung bisa bekerja lebih efektif. Salah satu buktinya adalah denyut nadi istirahat menjadi lebih rendah dibandingkan orang yang tidak terlatih. Dalam satu kali pompa, jantung bisa mengalirkan darah lebih banyak. Semakin rendah denyut nadi istirahat, artinya jantung bekerja lebih santai dan lebih rileks. Itu merupakan tanda kebugaran jantung yang baik," ungkapnya.
Sementara itu, lanjut dr. Bobby, manfaat latihan beban terhadap kesehatan jantung memang tidak terjadi secara langsung.
Namun, otot rangka yang lebih kuat dapat membantu tubuh mengendalikan berbagai faktor risiko penyakit kardiovaskular.
"Kalau resistance training, yang dilatih adalah otot. Otot juga berpengaruh terhadap kesehatan jantung, meskipun secara tidak langsung. Ketika kita memiliki otot rangka yang kuat, otot tersebut membantu regulasi tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol," tandas dr. Bobby.
Baca Juga: Masih Merokok Meski Rajin Olahraga? Ini Pesan Penting dari Dokter Tirta