Bertepatan dengan momentum Hari Konsumen Nasional, Lazada Indonesia resmi meluncurkan kampanye edukasi bertajuk SATSET (Sadar, Teliti, Segera Tolak). Inisiatif ini dihadirkan sebagai respons proaktif terhadap maraknya penipuan daring (scamming), khususnya modus jasa kirim atau kurir palsu. Urgensi ini sejalan dengan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mencatat kerugian masyarakat akibat penipuan telah mencapai Rp9,1 triliun (2024 – 2026), serta temuan Indonesia Anti-Scam Center (IASC) yang menerima sekitar 73.000 laporan penipuan transaksi belanja.

Dalam praktiknya, sindikat penipuan yang mengatasnamakan jasa kirim atau kurir kerap memanfaatkan kondisi psikologis konsumen yang sedang menunggu paket. Pelaku biasanya menyampaikan informasi yang terlihat meyakinkan, seperti tautan (link) pelacakan atau dokumen resi palsu dengan bahasa yang meyakinkan dan bernada mendesak. Taktik ini dirancang agar korban merespons dengan cepat dan mengklik tautan tersebut tanpa melakukan pengecekan, yang berujung pada pencurian data pribadi maupun finansial.

Baca Juga: Belanja Konsumen Meningkat, Lazada Tumbuh Kuat 3,5 Kali di Ramadan

"Saat menerima pesan terkait pengiriman paket, masyarakat sebaiknya tidak langsung panik atau terburu-buru mengikuti instruksi. Pastikan terlebih dahulu kebenaran informasi tersebut melalui aplikasi atau saluran resmi,” ujar Chairman Communication & Information System Security Research Center (CISSReC), Dr. Pratama Persadha, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Kondisi tersebut mendorong pentingnya upaya edukasi yang dapat membantu masyarakat mengenali dan merespons situasi mencurigakan secara tepat. Pendekatan edukasi yang sederhana dan mudah dipahami menjadi kunci untuk membangun kebiasaan bertransaksi yang lebih aman, sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen dalam menggunakan layanan digital.

Panduan Menghadapi Penipuan dengan Prinsip SATSET

Sebagai bagian dari inisiatif edukasi konsumen, Lazada memperkenalkan langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu masyarakat menghadapi potensi penipuan dalam transaksi digital. Pendekatan ini dirancang agar relevan dengan situasi yang sering dihadapi konsumen dalam aktivitas belanja online.

SADAR — Kenali Modusnya

Langkah pertama adalah menyadari pola komunikasi yang mencurigakan. Waspadai permintaan data sensitif, seperti KTP, nomor rekening, kode OTP, password, atau detail informasi kartu kredit; yang berasal dari oknum, termasuk yang mengaku sebagai karyawan platform, kurir, ataupun dari penyedia jasa pengiriman. Kenali juga modus refund palsu yang belakangan ini marak terjadi, di mana pelaku meminta Anda melakukan scan QRIS atau transfer ke rekening pribadi.

Teliti — Jangan Panik, Langsung Cek di Aplikasi!

Selain meningkatkan kewaspadaan, konsumen wajib memastikan bahwa setiap informasi yang diterima telah diverifikasi melalui kanal resmi Lazada. Penipu sengaja menciptakan urgensi agar korban panik. Jangan mudah percaya dan jangan pernah memverifikasi status pesanan melalui chat WhatsApp atau SMS dari nomor tidak dikenal. Selalu gunakan fitur Lacak Pesanan (Track Order) langsung di dalam aplikasi resmi Lazada untuk melihat status pengiriman secara real-time. Jika ada kendala, pastikan hanya berkomunikasi dengan penjual melalui fitur In-App Chat Lazada.

Segera Tolak — Hentikan Penipuan, Belanja Lebih Aman

Apabila terdapat indikasi penipuan, konsumen diimbau untuk segera menolak dan mengambil tindakan tegas dengan mengabaikan serta memblokir nomor atau pesan yang mencurigakan tersebut. Selain itu, jangan pernah mengeklik sembarang tautan (link) atau mengunduh file tidak dikenal, seperti format APK yang berkedok foto resi, untuk menghindari jebakan phishing peretas perangkat. 

Konsumen juga harus dengan tegas menolak segala bentuk permintaan transaksi, pembayaran, atau transfer ke rekening pribadi di luar aplikasi Lazada, karena hal tersebut merupakan indikator utama penipuan. Terakhir, segera laporkan segala aktivitas mencurigakan melalui layanan pelanggan CLEO (Chatbot Lazada) di dalam aplikasi yang siaga 24/7 untuk langkah penyelamatan lebih lanjut.

Melalui kampanye edukasi SATSET, Lazada terus memperkuat upaya perlindungan konsumen sekaligus mendorong terciptanya ekosistem belanja online yang aman. Lazada juga terus memperkuat sistem keamanan sibernya untuk memastikan konsumen bisa bertransaksi dengan aman dan nyaman di ekosistem Lazada. Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen perusahaan dalam membangun kepercayaan jangka panjang terhadap layanan eCommerce yang bertanggung jawab di Indonesia, menegaskan posisi Lazada sebagai platform tepercaya.

“Kenyamanan dan keamanan pelanggan adalah hak mutlak dalam bertransaksi online. Kampanye SATSET kami hadirkan tidak hanya untuk meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga untuk mengedukasi masyarakat agar memaksimalkan fitur keamanan yang sudah tersedia di dalam ekosistem aplikasi Lazada. Kami ingin pelanggan memiliki kendali penuh atas keamanan transaksi mereka,” kata Head of Customer Experience Lazada Indonesia, Intan Eugenia.

Lazada baru-baru ini memperkenalkan program “Once & Done”, sebuah komitmen untuk menyelesaikan permasalahan sejak pertama kali pelanggan menghubungi layanan pelanggan. “Sebagai platform tepercaya, kami fokus menghadirkan pengalaman belanja yang mudah, nyaman, dan aman, mulai dari saat pelanggan mencari produk, proses check-out dengan berbagai pilihan pembayaran, hingga pengiriman dan layanan purnajual melalui komitmen ‘Once & Done’. Meski demikian, kami juga mengimbau konsumen Indonesia untuk terus menjadi konsumen cerdas, dan tetap waspada terhadap potensi penipuan dengan selalu ingat langkah SATSET (Sadari, Teliti, dan Segera Tolak) demi menjaga kenyamanan dan keamanan bersama saat berbelanja online di Lazada,” tutup Intan.