PT Kalbe Farma Tbk dan entitas anaknya (Kalbe) mengumumkan laporan keuangan konsolidasian belum diaudit untuk periode yang berakhir pada 30 September 2026. Kalbe mencapai pertumbuhan penjualan sebesar 11,5% YoY, didukung oleh pertumbuhan positif di seluruh segmen Obat Resep, Produk Kesehatan, Nutrisi, serta Distribusi dan Logistik.

Margin laba kotor menurun akibat kenaikan harga bahan baku, dampak pelemahan kurs rupiah, dan bauran produk, sementara margin laba usaha tertekan seiring dengan peningkatan beban pokok penjualan. Di sisi lain, margin laba bersih meningkat, didukung oleh penurunan rasio beban operasional terhadap penjualan. Ke depan, perseroan akan berfokus pada ketersediaan produk dan menjaga keunggulan operasional.

Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady, mengungkapkan bahwa di tengah gejolak eksternal, Kalbe Farma mempertahankan kinerja positif selama sembilan bulan pertama tahun 2026, dengan pertumbuhan volume permintaan serta bertambahnya bisnis baru dari prinsipal eksternal.

Baca Juga: Tips Kepemimpinan dari Eks Presiden Direktur Kalbe Farma: Ubah Stres Jadi Motivasi

"Berbagai inisiatif strategis jangka panjang seperti ekosistem onkologi, pengembangan obat biologis dan alat kesehatan berjalan sesuai rencana, dan kami melanjutkan rejuvenasi brand pada kategori produk konsumen dan nutrisi agar tetap relevan dengan tren konsumen saat ini. Walaupun menghadapi ketidakpastian kondisi finansial dan geopolitik global, kami percaya bahwa Perseroan mampu terus tumbuh, menjaga ketersediaan produk bagi pasien dan konsumen, serta memanfaatkan peluang dalam industri kesehatan Indonesia untuk memperkuat kemandirian kesehatan Indonesia," katanya, dikutip pada Senin (2/11/2026).

Ia menyebutkan, penjualan bersih divisi obat resep meningkat sebesar 6,5% YoY, didukung oleh pertumbuhan yang merata di seluruh segmen. Kalbe juga tetap menghadirkan obat generik tanpa merek untuk terus mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta memperkuat posisi di pasar farmasi dengan memperluas ketersediaan serta inovasi obat-obatan biologis, ekosistem onkologi, terapi sel, dan vaksin.

Penjualan bersih divisi produk kesehatan juga tumbuh positif sebesar 9,9% YoY, terutama didorong oleh pertumbuhan pada kategori OTC dan suplemen kesehatan. Kalbe akan melanjutkan inisiatif rejuvenasi brand serta pengembangan produk pada kategori preventif dalam jangka panjang. Sementara itu, divisi nutrisi meraih penjualan bersih sebesar 4,1% YoY karena adanya perbaikan di seluruh segmen, dan terutama didorong oleh kategori lifestyle.

Ke depan, Kalbe akan terus berfokus pada pengembangan produk kategori lifestyle dan produk likuid ready-to-drink agar dapat mendorong pertumbuhan, sementara inisiatif branding akan terus dijalankan untuk memperkuat persepsi pasar. Portofolio produk yang ekstensif mencakup seluruh usia dapat menjadi sumber pertumbuhan dalam jangka panjang seiring dengan meningkatnya kesadaran gaya hidup sehat.

Kemudian, penjualan bersih untuk divisi distribusi dan logistik meningkat sebesar 21,6% YoY seiring dengan pertumbuhan produk prinsipal eksternal. Di tengah dinamika perekonomian dan strategi untuk membangun ketahanan kesehatan, Kalbe terus memperkuat digitalisasi dalam proses distribusi serta kapabilitas produksi alat kesehatan lokal sebagai sumber pertumbuhan yang berkelanjutan.

Di tengah risiko geopolitik dan fluktuasi keuangan global, perseroan terus mengelola rantai pasokan dan persediaan. Posisi kas yang kuat akan dipergunakan untuk mengamankan kebutuhan bahan baku, bahan kemasan dan barang jadi untuk mengoptimalkan ketersediaan produk untuk masyarakat.

Untuk menghadapi tekanan margin ke depan, perseroan akan terus menjaga efisiensi bisnis dengan pemanfaatan digitalisasi serta mengelola efektivitas pemasaran untuk meningkatkan pertumbuhan. Perseroan juga mengelola penggunaan mata uang asing untuk keperluan impor bahan baku.