Menjelang konser perayaan empat dekade perjalanan bermusik Kahitna, suasana Car Free Day (CFD) Jakarta pada Minggu (12/7/2026) lalu dipenuhi nuansa nostalgia.
Sebanyak 40 pelari mengikuti Miles of Cerita Cinta: Road to KAHITNA 40 Concert, sebuah kegiatan fun run yang memadukan olahraga, musik, dan kisah personal para penggemar Kahitna.
Diselenggarakan oleh Enjoy Live Experience bersama Tantrum Runners, acara yang mengambil titik kumpul di Nur Corner S28, Bundaran Senayan ini menghadirkan konsep yang berbeda dari ajang lari pada umumnya.
Alih-alih sekadar mengejar waktu tempuh, setiap langkah peserta menjadi representasi perjalanan panjang Kahitna selama 40 tahun berkarya sekaligus menjadi ruang untuk mengenang momen-momen hidup yang lekat dengan lagu-lagu grup musik tersebut.
Konsep tersebut diwujudkan melalui kehadiran 40 pelari yang masing-masing membawa cerita berbeda. Ada yang mengenang masa remaja, perjalanan cinta, momen lamaran, hingga perpisahan yang pernah ditemani lagu-lagu Kahitna.Dari sanalah lahir gagasan bahwa setiap lagu tidak hanya menjadi karya musik, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hidup para pendengarnya.
Founder & CEO Enjoy Live Experience, Dino Hamid, mengatakan, konsep Miles of Cerita Cinta berangkat dari perjalanan emosional yang telah dibangun Kahitna bersama para pendengarnya selama empat dekade.
"Konsep ini kami rancang bukan dari sisi siapa yang tampil di panggung, tapi dari perjalanan itu sendiri. Empat puluh tahun Kahitna adalah 40 tahun cerita banyak orang, dan itu yang ingin kami hadirkan lewat 40 pelari ini. Lewat Miles of Cerita Cinta, kami ingin publik merasakan langsung bahwa setiap lagu Kahitna punya tempatnya sendiri di kehidupan pendengarnya, sebelum semuanya kami rayakan bersama di panggung konser 40 tahun," papar Dino, dikutip dari keterangan resminya, Selasa (14/7/2026).
Senada dengan itu, Yovie Widianto, mewakili Kahitna, menilai perjalanan grup musik yang telah berlangsung selama 40 tahun bukan semata diukur dari lamanya berkarya, melainkan dari kemampuan lagu-lagu mereka untuk terus hidup di hati berbagai generasi.
"Bagi kami, Kahitna tidak pernah diukur dari berapa tahun kami berkarya atau sejauh perjalanan yang telah kami tempuh. Keajaiban Kahitna justru terletak pada lagu-lagunya yang terus menemukan tempat di hati pendengar dari berbagai generasi. Melalui rangkaian menuju konser 40 tahun ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh Soulmate yang telah mencintai, menemani, dan menjadi bagian dari perjalanan Kahitna selama empat dekade. Tanpa mereka, perjalanan ini tidak akan memiliki makna sebesar hari ini," kata Yovie.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan registrasi dan sesi pemanasan sebelum para peserta menempuh lari santai sejauh empat kilometer di sepanjang jalur CFD Jakarta.
Setelah menyelesaikan rute, suasana berubah menjadi lebih hangat melalui berbagai aktivitas komunitas, mulai dari kuis bertema Kahitna hingga Kahitna Playback Party, ketika seluruh peserta bernyanyi bersama membawakan lagu-lagu hits yang telah menjadi soundtrack kehidupan banyak orang.
Baca Juga: Kahitna Rayakan 40 Tahun Berkarya Lewat Konser Spektakuler di NICE PIK 2, Tiket Hampir Sold Out!
Di antara para peserta terdapat sejumlah sosok dengan latar belakang berbeda yang sama-sama memiliki ikatan emosional dengan musik Kahitna. Fotografer Jodie Octo mengaku lagu-lagu Kahitna selalu mampu menghidupkan kembali kenangan yang pernah ia abadikan melalui kameranya.
"Di balik setiap foto yang saya ambil selalu ada cerita, dan saya merasa lagu-lagu Kahitna juga bekerja dengan cara yang sama. Banyak momen dalam hidup yang mungkin sudah berlalu, tetapi kembali terasa utuh ketika satu lagu diputar. Itu sebabnya saya antusias ikut Miles of Cerita Cinta, karena ini bukan sekadar aktivitas lari, melainkan kesempatan untuk merasakan nostalgia yang selama ini hanya hidup di dalam ingatan, kini dirayakan bersama banyak orang," ujarnya.
Sementara itu, dokter sekaligus pelari Maria Charlotte Saleh mengungkapkan bahwa lagu-lagu Kahitna telah lama menjadi teman setianya saat berlari.
"Sebagai dokter, ibu, sekaligus pelari, hidup saya penuh dengan peran yang harus dijalani sekaligus, dan lari selalu jadi cara saya menemukan kembali ritme itu. Lagu-lagu Kahitna selalu jadi teman lari jarak jauh saya. Ikut Miles of Cerita Cinta rasanya seperti menutup lingkaran itu, berlari sambil bernyanyi bersama lagu-lagu yang selama ini menemani saya," katanya.
Cerita serupa juga datang dari Suci Rosiana, anggota Tantrum Runner. Baginya, setiap lagu Kahitna menjadi pengingat berbagai fase penting dalam hidup.

"Buat saya, lari bukan cuma soal jarak dan waktu, tapi juga soal apa yang menemani langkah kita. Ada satu lagu Kahitna yang selalu identik dengan masa transisi dalam hidup saya. Menyanyikannya bersama banyak orang di ruang terbuka seperti CFD terasa hangat, karena ternyata banyak yang menyimpan cerita serupa dengan lagu yang sama," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Sherly Desianti yang menyebut lagu-lagu Kahitna selalu membawanya kembali pada kenangan bersama keluarga.
"Konsep Miles of Cerita Cinta ini terasa istimewa karena mengangkat cerita-cerita kecil yang dimiliki setiap orang. Buat saya, musik Kahitna memang selalu soal cerita di baliknya," ujarnya.
Pemilihan kawasan Car Free Day Jakarta sebagai lokasi kegiatan juga memiliki makna tersendiri.
Ruang publik yang setiap pekan dipenuhi masyarakat dari berbagai usia ini menjadi simbol bagaimana musik Kahitna mampu menyatukan lintas generasi, mulai dari mereka yang tumbuh bersama lagu-lagu Kahitna sejak era 1980-an hingga generasi muda yang mengenalnya melalui keluarga maupun media digital.
Miles of Cerita Cinta menjadi pembuka rangkaian Road to Kahitna 40 Tahun sebelum konser puncak digelar. Melalui kegiatan ini, para penggemar diajak lebih dahulu merasakan kehangatan, kebersamaan, dan nostalgia yang selama ini menjadi identitas musik Kahitna.
Informasi mengenai konser Kahitna 40 Tahun beserta pembelian tiket dapat diakses melalui Guehadir.id, Ibu Dibjo, dan Nice Apps.
Baca Juga: Konser Westlife di GBK 2027 Resmi Sold Out, Antusiasme Fans Indonesia Pecahkan Rekor