Nama Juda Agung kembali menjadi sorotan publik setelah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Januari 2026. Ekonom kelahiran Pontianak ini dikenal luas melalui rekam jejak panjangnya di lembaga-lembaga strategis, mulai dari Bank Indonesia, International Monetary Fund (IMF), hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengalaman tersebut membuat namanya kini santer disebut sebagai kandidat kuat Wakil Menteri Keuangan.
Untuk mengenal lebih lanjut sosok Juda Agung dan mengetahui rekam jejaknya, simak informasinya berikut ini:
Latar Belakang Pendidikan
Juda Agung lahir di Pontianak pada 1964. Pendidikan sarjananya diselesaikan di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1987 dengan mengambil bidang Teknologi Pertanian. Selepas IPB, perjalanan akademiknya berlanjut ke Inggris.
Baca Juga: Tegas DPR: Thomas Djiwandono Jadi Bos BI Bukan Karena Keponakan Prabowo
Di University of Birmingham, Juda Agung meraih gelar Master of Science (MSc) di bidang Money, Banking and Finance pada 1995, sebelum menuntaskan studi doktoralnya di bidang ekonomi pada 1999. Fondasi akademik tersebut membentuk pemahaman mendalam mengenai kebijakan moneter dan ekonomi makro, yang kemudian menjadi pijakan utama dalam perjalanan karier profesionalnya.
Awal Karier dan Kiprah di Bank Indonesia
Karier Juda Agung di Bank Indonesia dimulai pada awal 1990-an. Sejak itu, ia menapaki jalur profesional secara konsisten di lembaga bank sentral. Selama lebih dari tiga dekade, berbagai posisi strategis telah diembannya, antara lain sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial serta Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter.
Ia juga dipercaya menjabat sebagai Asisten Gubernur Bank Indonesia yang menangani stabilitas sistem keuangan dan kebijakan makroprudensial. Dalam posisi tersebut, Juda Agung terlibat langsung dalam perumusan dan implementasi kebijakan penting yang berkaitan dengan ketahanan sektor keuangan nasional, terutama dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Baca Juga: Segini Total Kekayaan Thomas Djiwandono: Tercatat Tanpa Utang!
Pengalaman Internasional di IMF
Pada periode 2017–2019, Juda Agung mendapat penugasan internasional sebagai Direktur Eksekutif di International Monetary Fund (IMF) yang berkantor di Washington DC. Dalam peran ini, ia mewakili kepentingan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik.
Pengalaman di IMF memperluas perspektifnya terhadap dinamika ekonomi global, sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional di tingkat pembuat kebijakan. Kiprah tersebut turut memperkaya pendekatannya dalam merespons tantangan ekonomi nasional maupun regional.
Menjabat Deputi Gubernur Bank Indonesia
Baca Juga: Jejak Langkah Thomas Djiwandono, Anak Eks Gubernur BI yang Kini Jadi Wakil Menteri Keuangan
Pada 6 Januari 2022, Presiden Republik Indonesia menunjuk Juda Agung sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021. Ia dilantik bersama sejumlah pejabat lain dan diberi mandat membantu perumusan kebijakan moneter serta menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Masa jabatan tersebut sejatinya berlangsung hingga 2027. Namun, keputusan pengunduran diri yang diambil pada awal 2026 menandai babak baru dalam perjalanan kariernya di sektor kebijakan ekonomi.
Peran di Otoritas Jasa Keuangan
Selain di Bank Indonesia, Juda Agung juga dipercaya mengemban peran strategis di Otoritas Jasa Keuangan. Pada 23 September 2025, ia dilantik sebagai Anggota Dewan Komisioner OJK ex-officio dari Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 72/P Tahun 2025. Pelantikan berlangsung di Gedung Mahkamah Agung, Jakarta.
Melalui posisi tersebut, Juda Agung terlibat langsung dalam pengawasan sektor jasa keuangan nasional. Peran ini memperluas cakupan tanggung jawabnya, dari perumusan kebijakan moneter hingga penguatan stabilitas industri keuangan secara menyeluruh.
Pengunduran Diri dan Isu Langkah Karier Berikutnya
Pengunduran diri Juda Agung dari jabatan Deputi Gubernur BI pada Januari 2026 langsung memicu perhatian publik. Langkah ini membuka ruang spekulasi mengenai kemungkinan rotasi antara otoritas moneter dan fiskal di lingkar pemerintahan.
Baca Juga: Membedah Pernyataan Kontroversial Noel Soal Purbaya Sudah Ditarget KPK
Seiring berkembangnya isu tersebut, nama Juda Agung ramai disebut sebagai kandidat kuat Wakil Menteri Keuangan. Posisi ini menjadi sorotan setelah kursi wakil menteri kosong menyusul penugasan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Meski demikian, pihak Istana menegaskan belum ada keputusan resmi terkait pengisian jabatan tersebut.
Rekam Jejak Profesional
Juda Agung dikenal sebagai ekonom yang aktif dan produktif di bidang moneter serta kebijakan keuangan. Ia juga menulis berbagai artikel dan buku yang membahas kebijakan makroprudensial dan stabilitas sistem keuangan. Rekam jejak tersebut mencerminkan pengalaman manajerial dan teknokratis yang matang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman panjang di Bank Indonesia, IMF, dan OJK, Juda Agung menempati posisi strategis dalam lanskap kebijakan ekonomi Indonesia. Kini, perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya yang berpotensi memberi warna baru bagi arah kebijakan fiskal dan ekonomi nasional.