Liburan kini tak lagi sekadar soal bersenang-senang. Legoland Malaysia Resort melihatnya sebagai ruang belajar alternatif bagi anak-anak, sekaligus momen keterlibatan aktif orang tua dalam proses tumbuh kembang buah hati. Melalui serangkaian wahana interaktif berbasis permainan, destinasi wisata ini mengajak keluarga Indonesia menjadikan liburan sebagai pengalaman edukatif.
Vice President Legoland Malaysia Resort, Cs Lim, mengatakan bahwa pendekatan learning by playing menjadi fondasi utama dalam setiap atraksi yang dihadirkan. Menurutnya, keluarga Indonesia cenderung mencari pengalaman liburan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perkembangan anak.
Baca Juga: Kisah Sukses LEGO: Dari Terlilit Utang $800 Juta Hingga Membuat Kebangkitan Terbesar dalam Sejarah
“Kami melihat orang tua semakin sadar pentingnya quality time yang bermakna bersama anak. Karena itu, kami merancang pengalaman yang memungkinkan orang tua dan anak belajar, berkreasi, dan berkolaborasi bersama,” ujar Lim dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Salah satu pengalaman terbaru yang ditawarkan adalah Lego® Ferrari Build & Race, sebuah wahana yang mengajak keluarga merancang mobil Lego versi mereka sendiri dan mengujinya di lintasan balap digital. Aktivitas ini dirancang untuk melatih imajinasi, kerja sama, serta kemampuan berpikir logis anak melalui tantangan yang menyenangkan.
Wahana tersebut akan dihadirkan dalam berbagai periode acara sepanjang tahun, mulai dari perayaan Tahun Baru Imlek, Hari Raya, BRICKFEST sebagai festival LEGO terbesar, hingga rangkaian acara musiman seperti Halloween Brick-or-Treat dan Bricktacular Holidays.
Baca Juga: the LEGO Group Rayakan Ramadan Lewat Kampanye Main Bareng Bangun Silaturahmi
Tak hanya itu, Legoland juga memperbarui Miniland Singapore, miniatur kota yang dibangun dari lebih dari 1,5 juta keping Lego. Dengan tambahan efek suara dan fitur interaktif, miniatur landmark ikonik seperti Marina Bay Sands dan Merlion Park kini tampil lebih hidup, sekaligus memperkenalkan anak pada arsitektur dan ikon perkotaan secara visual.
Dimensi edukatif juga diperkuat melalui kehadiran Lego Flower Garden, instalasi taman bunga berbasis Lego pertama di dunia. Selain menjadi daya tarik visual dan spot foto favorit, area ini dirancang untuk merangsang rasa ingin tahu anak terhadap bentuk, warna, dan kreativitas desain.
Director of Sales and Marketing Legoland Malaysia Resort, Thila Munusamy, menegaskan bahwa Legoland ingin menjadi bagian dari proses belajar anak di luar ruang kelas formal. Melalui aktivitas merakit, bereksperimen, dan bereksplorasi, anak-anak dilatih mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, hingga kemampuan memecahkan masalah.
Baca Juga: The LEGO Group Ajak Masyarakat Rayakan Valentine dengan LEGO® Botanicals
“Yang kami tawarkan bukan hanya hiburan, tetapi pengalaman belajar yang menyenangkan. Anak-anak belajar tanpa merasa sedang belajar, dan orang tua bisa terlibat langsung dalam proses tersebut,” kata Thila.
Dengan konsep destinasi terpadu yang mencakup theme park, water park, SEA LIFE, hingga hotel ramah keluarga, Legoland Malaysia Resort memposisikan diri sebagai destinasi liburan luar negeri yang tetap terasa dekat bagi masyarakat Indonesia, sejalan dengan kampanye “Just a Brick Away”.