Juru Bicara Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI, Jodi Mahardi, memberikan klarifikasi terkait pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan terkait bantuan sosial (bansos) yang akan diubah menjadi cash transfer langsung kepada penerima dengan nilai sekitar Rp5,4 juta per orang.

Menurutnya, angka tersebut bukanlah program bantuan tunai baru yang akan dibagikan secara merata kepada seluruh warga negara. Baginya, angka Rp5,4 juta merupakan ilustrasi estimasi akumulasi maksimal dari berbagai program perlindungan sosial (perlinsos) yang sudah ada saat ini.

Baca Juga: Asikkk! Negara Mau Kasih Uang Cash Rp5,4 Juta per Orang, Gantikan Bansos Barang

Ia menegaskan jika manfaat riil yang diterima masyarakat akan berbeda-beda tergantung pada kondisinya.

Baca Juga: Prabowo Panggil Luhut Cs Bahas Mitigasi Dampak Perang Iran

Sebelumnya, Luhut mengaku jika pemerintah saat ini tengah menyempurnakan skema bansos melalui integrasi sistem Government Technology (GovTech). 

Menurut Luhut, langkah ini bertujuan untuk mengubah skema subsidi yang semula berbasis barang menjadi berbasis penerima manfaat langsung.

Tambah Jodi, transformasi kebijakan ini dilakukan secara bertahap. Saat ini, uji coba implementasi digitalisasi penyaluran bansos telah berjalan di sejumlah daerah.

Kemudian, hasil uji coba tersebut akan dievaluasi secara komprehensif sebelum diterapkan dalam skala nasional.

Sambungnya, pemerintah menjamin bahwa reformasi tata kelola ini tidak akan mengurangi program perlindungan sosial yang sudah berjalan. Sebaliknya, penggunaan teknologi digital dan AI diharapkan dapat mendukung pengembangan UMKM serta memastikan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan mendapatkan haknya secara efektif.