Tak hanya jenis makanan, lanjut dr. Dion, cara makan juga menjadi sorotan. Menurutnya, kebiasaan makan tanpa kesadaran (mindful eating), makan dalam porsi berlebihan, serta pola makan dan aktivitas fisik yang tidak teratur juga ditemukan pada kelompok tersebut.
"Yang ketiga, mereka cenderung memiliki kebiasaan makan yang kurang baik, seperti tidak mindful saat makan dan makan dalam porsi berlebihan. Mereka juga memiliki pola makan dan aktivitas fisik yang tidak teratur," ujarnya.
dr. Dion juga mengingatkan bahaya menjalani diet ekstrem yang hanya berfokus pada penurunan berat badan secara cepat tanpa mempertimbangkan kesehatan tubuh secara menyeluruh.
"Yang terakhir, suka menjalani diet-diet ekstrem yang tidak jelas, yang hanya menargetkan berat badan turun secepat mungkin tanpa memedulikan kesehatan. Tentu saja itu berbahaya," tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa membangun pola makan sehat harus diawali dengan perubahan pola pikir. Menurutnya, diet yang baik bukanlah diet yang bersifat sementara, melainkan pola makan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
"Makanya saya selalu tekankan, yang paling penting adalah mindset-nya dulu. Diet yang kamu jalani harus bisa kamu lakukan seumur hidup. Jadi belajarlah memprioritaskan makanan yang lebih bergizi, sambil tetap menikmati makanan yang kamu suka dengan cara yang lebih bertanggung jawab," tutur dr. Dion.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa membangun kebiasaan makan sehat tidak hanya bermanfaat bagi remaja putri yang ingin menurunkan risiko PCOS, tetapi juga penting bagi siapa pun untuk menjaga kesehatan secara keseluruhan.
"Ini akan sangat bermanfaat, bukan hanya untuk remaja wanita, tetapi juga untuk kita semua. Karena membangun pola makan yang sehat adalah kebiasaan yang memang harus dilakukan seumur hidup," pungkasnya.
Baca Juga: Mengenal PCOS: Gangguan Hormonal yang Kerap Tak Disadari Perempuan