Usia 40-an

Di usia 40-an, produksi minyak alami kulit semakin berkurang. Akibatnya, kulit terasa lebih kering, tampak kusam, garis halus semakin jelas, dan elastisitas kulit mulai menurun.

Pada tahap ini, menjaga kekuatan skin barrier menjadi prioritas utama.

Produk dengan kandungan ceramide, glycerin, squalane, dan hyaluronic acid dapat membantu mengembalikan kelembapan kulit sekaligus memperkuat lapisan pelindungnya.

Retinoid dan antioksidan tetap bermanfaat, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan tingkat toleransi kulit agar tidak memicu iritasi.

Seiring berkembangnya teknologi perawatan kulit, bahan seperti eksosom topikal, growth factor, dan peptida generasi terbaru juga mulai banyak digunakan untuk membantu proses regenerasi kulit.

Usia 50 Tahun ke Atas

Memasuki masa menopause, penurunan hormon estrogen menyebabkan produksi kolagen dan lipid alami kulit ikut menurun. Dampaknya, kulit menjadi lebih tipis, lebih kering, lebih sensitif, dan proses penyembuhannya berlangsung lebih lambat.

Karena itu, pendekatan perawatan kulit di usia ini sebaiknya lebih lembut dan berfokus pada kenyamanan kulit.

Gunakan pelembap yang kaya kandungan pelembap dan penguat skin barrier, pilih bahan aktif yang mudah ditoleransi kulit, serta utamakan produk bebas pewangi dengan formulasi yang sederhana namun berkualitas. Rutinitas yang terlalu agresif justru dapat memperburuk kondisi kulit.

Jika muncul masalah seperti pigmentasi, kulit kendur, atau kekeringan yang berkepanjangan, konsultasi dengan dokter spesialis kulit menjadi langkah yang dianjurkan agar penanganannya sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.

Tabir Surya Tetap Menjadi Kunci di Semua Usia

Nah Growthmates, di antara berbagai langkah perawatan kulit, hanya ada satu yang tidak berubah di setiap fase kehidupan, yaitu penggunaan tabir surya.

Paparan sinar ultraviolet merupakan penyebab utama penuaan dini yang sebenarnya dapat dicegah. Sinar UV mempercepat kerusakan kolagen, memicu munculnya noda hitam, merusak pembuluh darah kecil pada kulit, hingga meningkatkan risiko gangguan kulit dalam jangka panjang.

Karena itu, penggunaan tabir surya spektrum luas setiap pagi merupakan investasi terbaik untuk menjaga kesehatan kulit. Saat beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama, tabir surya juga perlu diaplikasikan ulang agar perlindungannya tetap optimal.

Shaily Mehrotra, CEO & Co-Founder Fixderma & FCL, mengatakan bahwa cara pandang terhadap perawatan kulit perlu berubah.

Menurutnya, skincare bukan lagi sekadar solusi ketika masalah muncul, melainkan investasi jangka panjang untuk menjaga kesehatan kulit.

"Salah satu perubahan terbesar yang perlu kita lakukan adalah berhenti memperlakukan perawatan kulit sebagai reaksi terhadap masalah yang terlihat dan mulai memandangnya sebagai investasi seumur hidup untuk kesehatan kulit. Setiap dekade, kulit mengalami perubahan biologis yang memengaruhi segalanya, mulai dari produksi kolagen dan kekuatan pelindung hingga hidrasi dan perbaikan. Rutinitas yang berhasil di usia dua puluhan mungkin tidak lagi memenuhi kebutuhan kulit Anda di usia empat puluhan,” paparnya, dikutip dari Times of India, Kamis (9/7/2026).

Shaily pun menambahkan bahwa kunci utama memperoleh kulit yang sehat bukanlah mengikuti tren, melainkan memahami kebutuhan kulit yang terus berubah.

"Kuncinya adalah menyesuaikan perawatan kulit Anda seiring bertambahnya usia, menggunakan bahan-bahan yang didukung sains, perawatan pencegahan, dan konsistensi. Kulit sehat tidak dibangun melalui tren atau rutinitas yang berlebihan, tetapi melalui pemahaman tentang apa yang dibutuhkan kulit Anda di setiap tahap kehidupan dan membuat pilihan yang tepat yang mendukung ketahanan jangka panjangnya,” pungkasnya.

Baca Juga: Skincare Educator: Kulit Sehat Lebih Penting daripada Sekadar Glowing