Growthmates, gagal jantung merupakan kondisi kronis dan progresif yang dapat berkembang hingga stadium lanjut ketika terapi medis tidak lagi mampu mengendalikan kondisi pasien. Di tengah kebutuhan akan pilihan terapi bagi pasien dengan gagal jantung berat, Siloam Hospitals Kebon Jeruk melalui Advanced Cardiac Care Clinic (ACCC) mencatat pencapaian baru dengan menjadi rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang berhasil melakukan implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD).
Dalam waktu kurang dari satu bulan, dua pasien gagal jantung telah menjalani prosedur tersebut sebagai bagian dari penanganan gagal jantung stadium lanjut.
Di balik perkembangan terapi untuk pasien gagal jantung stadium lanjut tersebut, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA, menyoroti pentingnya masyarakat memahami gagal jantung sebagai penyakit serius yang membutuhkan penanganan jangka panjang.
Saat ditemui media seusai konferensi pers Siloam Hospitals Kebon Jeruk bertajuk 'A Heartbeat of History' di CGV Central Park, Jakarta, Selasa (29/9/2026), dr. Paskah mengatakan masih banyak pasien yang mendapatkan informasi bahwa kondisi yang dialaminya sebatas 'jantung membesar' atau 'jantung bengkak'.
“Secara umum memang kenyataan di pasien, kebanyakan yang pengalaman saya ternyata pasien itu diinformasikan di awal itu adalah jantungnya bengkak,” katanya.
Menurutnya, penggunaan istilah tersebut mungkin dapat membuat pasien lebih tenang dan tidak langsung merasa takut. Namun, di sisi lain, istilah tersebut berisiko membuat pasien tidak memahami bahwa kondisi yang sebenarnya dihadapi adalah gagal jantung.
“Dan itu bukan kata-kata yang mungkin membuat sedikit lega buat pasien, tapi di satu pihak itu hal yang baik, supaya pasien tidak takut dan sebagainya, dan tidak stres ketika terkomunikasi. Tapi di satu pihak itu menutupi suatu masalah yang sangat serius, yaitu istilah gagal jantung,” lanjutnya.
Dr. Paskah menegaskan, gagal jantung merupakan penyakit kronis dan progresif. Ketika keluhan seperti sesak napas atau kaki bengkak membaik setelah mendapatkan pengobatan, kondisi tersebut bukan berarti penyakit telah selesai.
“Saya pikir kita harus sama-sama sosialisasikan bahwa gagal jantung adalah gagal jantung, sesuai nama resminya, dan ini penyakit yang sangat mematikan, karena bersifat progresif dan kronik,” tegasnya.
“Artinya kalau hari ini keluhan, kita stabilkan keluhan, bengkak kaki mau hilang, sesak hilang. Bukan berarti penyakitnya selesai di sini. Dia masih butuh obat jangka panjang, terus diperhatikan jangka panjang supaya kondisi tidak declining,” sambung dr. Paskah.
Salah satu tantangan dalam mengenali gagal jantung adalah penyakit ini tidak selalu datang pada usia lanjut. dr. Paskah mengatakan, pasien gagal jantung juga dapat berasal dari kelompok usia muda. Bahkan, pasien pertama yang ditanganinya dengan LVAD berusia 43 tahun.
“Ini suatu hal yang unik dari pengalaman saya, banyak pasien-pasien yang usia muda. Mungkin tadi lupa disebutkan bahwa pasien kita yang pertama tadi usianya 43 tahun. Dan ada banyak pasien gagal jantung di luar sana yang usianya sangat muda,” ujarnya.
“Jadi gagal jantung itu bukan pasien usia tua saja. Ini pesan yang penting yang harus disampaikan. Pasien termuda gagal jantung yang masih kontrol oleh saya itu usia 27 tahun, seorang wanita,” lanjutnya.
Pada usia muda, penyebab gagal jantung dapat beragam. Salah satunya adalah kardiomiopati atau kelainan pada otot jantung yang dapat berkaitan dengan infeksi virus, gangguan metabolik, maupun faktor genetik.
“Mayoritas pasien yang gagal jantung yang usia muda, itu penyebabnya kardiomiopati, atau kelainan otot jantung. Jadi itu salah satu penyebabnya yang bisa karena disebabkan virus tertentu, atau ada kelainan metabolik tertentu, dan satu lagi genetik,” jelas dr. Paskah.
Ia juga menyoroti faktor kardiometabolik yang semakin penting diperhatikan, salah satunya obesitas.
“Dan satu lagi penyebab gagal jantung yang lagi banyak berlaku adalah kardiometabolik, kelainan metabolisme. Contohnya, salah satunya obesitas. Obesitas salah satunya dikenal sebagai salah satu penyebab paling sering gagal jantung pada usia yang lebih muda,” tambahnya.
Baca Juga: LVAD untuk Pasien Gagal Jantung Stadium Lanjut, Ini Penjelasan Dokter Siloam Hospitals Kebon Jeruk