Namun, untuk rapat jajaran direksi, ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak perlu berlangsung hingga malam.

Dikatakan Jahja, agenda rapat sebaiknya diselesaikan lebih awal agar waktu kerja dapat dimanfaatkan secara efektif tanpa mengorbankan waktu istirahat.

“Di BCA itu boleh cari dah, kecuali orang IT memang 24 jam. Ada Halo BCA 24 jam. Tapi direksi rapat sampai jam 8, jam 9, jam 12 nggak ada. Kita cut jam 7 itu udah selesai semua pulang,” katanya.

Selain mendorong penerapan work-life balance, Jahja juga menyoroti pentingnya pola kerja cerdas atau work smart.

Baginya, produktivitas tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa lama seseorang bekerja, tetapi juga oleh kemampuannya menyelesaikan tugas secara efektif, mengambil keputusan dengan cepat, serta mendelegasikan pekerjaan secara tepat.

Ia menilai, pendekatan work smart dapat membantu perusahaan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan sekaligus mendorong pembagian tanggung jawab yang lebih baik di dalam organisasi.

“Work smart, saya bilang, jangan work hard. Karena work smart itu kita bisa lebih cepat mengambil keputusan dan juga mendelegasikan kepada orang,” tutup Jahja.

Baca Juga: Jahja Setiaatmadja Bicara Leadership: Saat Gagal, Leader Harus Pasang Badan