‎Ia pun lantas mengingatkan agar pemimpin tidak mencari kambing hitam atau menyalahkan bawahan atas kegagalan sebuah keputusan.

‎“Tapi kalau sebaliknya, ternyata usulan dia itu sesudah kita pikirkan dan kita terapkan salah, jangan cari blame, jangan cari kambing hitam,” katanya.

‎Jahja kemudian mencontohkan sikap yang seharusnya dihindari dalam organisasi, yakni melempar kesalahan kepada pihak lain demi menyelamatkan diri sendiri.

‎“Siapa ini yang usulin? Dia yang salah ini, bukan saya. Dia yang usulin. Enggak, you take yourself, tanggung jawab Anda sendiri,” tegas Jahja.

‎Bagi Jahja, prinsip-prinsip tersebut memang terdengar sederhana, tetapi justru menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat dan bertumbuh.

‎“Ya, jadi saya pikir hal-hal seperti ini very simple things, tetapi mendasar dalam organisasi dimanapun Anda berada,” ujarnya.

‎Ia juga menambahkan bahwa prinsip menghargai dan memperlakukan orang lain dengan baik berlaku di semua lingkungan kerja, baik perusahaan besar maupun kecil, bahkan ketika seseorang bekerja secara mandiri.

‎“Apakah Anda bekerja di perusahaan besar, perusahaan menengah, kecil? Anda bekerja sendiripun demikian, Anda harus ada helper kan, orang-orang yang menolong Anda. How you treat them, ini sangat penting untuk bisa membangun, untuk berkembang lebih lanjut,” tutup Jahja.

Baca Juga: Tak Harus Selalu Bahas Target, Jahja Setiaatmadja Ungkap Pentingnya Leader Bangun Kedekatan dengan Tim