Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, membagikan pandangannya mengenai cara membangun kerja sama tim yang sehat dan kuat di dalam organisasi.

Menurutnya, salah satu hal paling mendasar dalam kepemimpinan adalah menghargai kontribusi anggota tim dan tidak mengambil kredit atas ide yang bukan berasal dari diri sendiri.

‎Jahja menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memberikan pengakuan kepada orang yang benar-benar mencetuskan sebuah gagasan.

Ia menilai, hal sederhana seperti menyebut sumber ide dapat memberikan dampak besar terhadap motivasi dan rasa percaya diri anggota tim.

‎“Anda harus sebutkan sumbernya. Dia bangga sekali, jangan kita take over. Wah, ini saya yang menemukan, padahal itu dari anak buah,” tutur Jahja, dalam sebuah video sebagaimana dikutip Olenka, Selasa (11/5/2026).

‎Jahja menilai, mengambil alih kredit atas ide bawahan merupakan sikap yang keliru dalam membangun budaya kerja yang sehat.

‎“Ini salah, Anda harus sebut, ini dari si dia. Kalau anak buah Anda memajukan usulan-usulan yang bagus Anda terima, tetapi Anda harus sebutkan sumbernya,” lanjutnya.

Menurut Jahja, penghargaan terhadap kontribusi anggota tim akan membuat mereka merasa dihargai dan semakin termotivasi untuk memberikan ide-ide terbaik bagi perusahaan.

‎Namun, Jahja juga menekankan bahwa seorang pemimpin harus berani bertanggung jawab ketika keputusan yang diambil ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Baca Juga: Rahasia Jahja Setiaatmadja Membangun Teamwork di BCA


‎Ia pun lantas mengingatkan agar pemimpin tidak mencari kambing hitam atau menyalahkan bawahan atas kegagalan sebuah keputusan.

‎“Tapi kalau sebaliknya, ternyata usulan dia itu sesudah kita pikirkan dan kita terapkan salah, jangan cari blame, jangan cari kambing hitam,” katanya.

‎Jahja kemudian mencontohkan sikap yang seharusnya dihindari dalam organisasi, yakni melempar kesalahan kepada pihak lain demi menyelamatkan diri sendiri.

‎“Siapa ini yang usulin? Dia yang salah ini, bukan saya. Dia yang usulin. Enggak, you take yourself, tanggung jawab Anda sendiri,” tegas Jahja.

‎Bagi Jahja, prinsip-prinsip tersebut memang terdengar sederhana, tetapi justru menjadi fondasi penting dalam membangun organisasi yang sehat dan bertumbuh.

‎“Ya, jadi saya pikir hal-hal seperti ini very simple things, tetapi mendasar dalam organisasi dimanapun Anda berada,” ujarnya.

‎Ia juga menambahkan bahwa prinsip menghargai dan memperlakukan orang lain dengan baik berlaku di semua lingkungan kerja, baik perusahaan besar maupun kecil, bahkan ketika seseorang bekerja secara mandiri.

‎“Apakah Anda bekerja di perusahaan besar, perusahaan menengah, kecil? Anda bekerja sendiripun demikian, Anda harus ada helper kan, orang-orang yang menolong Anda. How you treat them, ini sangat penting untuk bisa membangun, untuk berkembang lebih lanjut,” tutup Jahja.

Baca Juga: Tak Harus Selalu Bahas Target, Jahja Setiaatmadja Ungkap Pentingnya Leader Bangun Kedekatan dengan Tim