Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Abdul Hakam, M.Si, Med, Sp.A, mengatakan Festival Keluarga Sehat memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman keluarga mengenai kesehatan anak, khususnya pada usia dini. Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan pemantauan ketat sejak masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), termasuk dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi serta pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala. 

"Sebenarnya standar maksimal stunting yang direkomendasikan oleh WHO adalah di bawah 10%. Kita bersyukur Kabupaten Kudus sudah di angka 3%. Ini suatu prestasi yang luar biasa dan kita harus maksimalkan. Jadi kita targetnya bagaimana nanti secara bertahap di 2027 mencapai 2%, 2028 sampai 2029 mungkin ya 0,3% atau 0,9%, karena memang pasti masih akan ada (stunting). Tapi kami usahakan bersama nanti bagaimana menembus 0% sesuai target pak Bupati di 2030,” ujarnya. 

Abdul Hakam menambahkan, yang kemudian harus menjadi perhatian banyak pihak, ialah bagaimana membuat masyarakat bisa konsisten menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian di lingkungan sekitar. Selain itu, melakukan upaya pencegahan stunting khususnya pada ibu hamil dengan menjaga asupan gizi juga hal yang wajib terpenuhi. Dengan begitu, menurutnya harapan Kabupaten Kudus bebas stunting beberapa tahun ke depan bukan hal yang mustahil terwujud. 

“Bagaimanapun sanitasi juga penting karena kaitannya dengan munculnya penyakit. Kalau itu teratasi, pasti secara maksimal problem stunting turun. Selain itu juga program lain, baik itu imunisasi, tumbuh kembang, serta pemeriksaan 1.000 hari kehidupan juga harus digalakkan. Kemudian potensi adanya anemia ini cukup berdampak. Edukasi peningkatan gizi terhadap konsumsi daging merah seperti kerbau, kambing, sapi, dan ampela juga tak kalah penting, untuk dikonsumsi tiga sampai lima kali dalam seminggu, terutama untuk ibu hamil,” sambungnya.

Baca Juga: Ahli Gizi Bagikan Kunci Turunkan Angka Stunting, Intip Yuk!

Lusi Rahmawati, warga desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, salah satu pengunjung Festival Keluarga Sehat 2026, menilai berbagai layanan dan aktivitas yang tersedia cukup lengkap dan informatif. Baginya, acara ini memberikan pengalaman sekaligus pengetahuan baru mengenai kesehatan keluarga. Mengunjungi booth Hunian Sehat serta layanan tumbuh kembang anak, ia mengaku mendapatkan banyak informasi mengenai kebersihan lingkungan dan pola makan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Acaranya bagus dan fasilitas yang disediakan juga sangat memadai. Kita jadi banyak dapat pengetahuan baru soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenai gizi dan tumbuh kembang. Tadi juga sempat screening anemia,  jadi saya bisa berkonsultasi dengan leluasa dan penyampaian hasil screening-nya juga jelas.,” ujar ibu dua anak tersebut.

Selain edukasi kesehatan, festival dimeriahkan dengan berbagai kegiatan interaktif, seperti Jalan Keluarga Sehat – Parade Gizi Hebat, lomba estafet isi piringku yang mengedukasi anak-anak memilih makanan sehat, lomba mewarnai, taman eksplorasi untuk stimulasi sensorik, hingga pertunjukkan musik dan wayang humor. Puncaknya akan ada pengundian doorprize utama motor listrik Polytron Fox R 350.

Penyelenggaraan MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 menjadi kelanjutan dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak 19 Juli hingga 9 Agustus 2026 melalui Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) dan Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB). SIKAT melibatkan 2.311 peserta dari Desa Wonosoco, Desa Gribig, Desa Mejobo, dan Desa Klaling, sementara BPGB memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilihan bahan makanan berdasarkan kebutuhan gizi seimbang.