Nama Dwi Sasono tentu sudah tak asing di telinga pecinta film Indonesia. Aktor senior yang telah membintangi berbagai judul film ini dikenal piawai memerankan berbagai karakter, termasuk sosok ayah dalam film-film drama keluarga. Terbaru, Dwi kembali hadir di layar lebar lewat film Jangan Buang Ibu yang kini tengah tayang di bioskop.
Dalam film garapan sutradara Hadrah Daeng Ratu tersebut, Dwi Sasono memerankan Ridho, seorang ayah dengan karakter yang kompleks dan penuh konflik. Sosok Ridho digambarkan sebagai kepala keluarga yang temperamental, kerap melontarkan kata-kata kasar, membentak, hingga melakukan kekerasan fisik.
Terlepas dari perannya yang mencuri perhatian di film terbarunya, perjalanan karier Dwi Sasono di industri hiburan juga tak kalah menarik untuk disimak. Berikut Olenka telah merangkum profil dan perjalanan karier Dwi Sasono dari berbagai sumber, Sabtu (27/6/2026).
Baca Juga: Refal Hady dan Perjalanan Kariernya di Dunia Akting
Profil Dwi Sasono
Dwi Sasono lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 30 Maret 1980. Ia merupakan putra dari pasangan Haryanto dan Dira Irawati.
Tak hanya berbakat di dunia seni peran, Dwi juga memiliki ketertarikan pada seni rupa, khususnya seni pahat dan patung. Kreativitasnya dalam bidang seni turut menginspirasi ketiga anaknya, meski masing-masing memiliki minat dan bakat yang berbeda.
Dwi menikah dengan Widi Mulia pada November 2007. Dari pernikahannya itu, keduanya dikaruniai tiga orang anak, yakni Dru Prawiro Sasono, Den Bagus Satrio Sasono, dan Widuri Putri Sasono.
Keharmonisan keluarga Dwi Sasono dan Widi Mulia juga kerap mencuri perhatian publik. Mereka dikenal selalu saling mendukung dan hadir memberikan apresiasi atas pencapaian satu sama lain.
Perjalanan Karier
Usut punya usut, bakat akting Dwi Sasono ditemukan oleh sutradara Rudi Soedjarwo. Kemmapuannya saat itu, menarik perhatian sang sutradara hingga ia dipercaya membintangi film horor Pocong. Sayangnya, film tersebut batal tayang karena tidak lolos sensor dari Lembaga Sensor Film (LSF).
Meski sempat mengalami kendala di awal karier, kesempatan besar akhirnya datang pada 2006 melalui film Mendadak Dangdut. Dalam film yang dibintangi Titi Kamal dan Kinaryosih itu, Dwi memerankan Rizal Maduma, pemilik grup dangdut keliling bernama Senandung Citayam.
Penampilannya sukses mencuri perhatian publik sekaligus menjadi titik balik yang mengantarkan namanya semakin dikenal di industri perfilman Indonesia. Bagaimana tidak? Akting Dwi saat itu langsung mendapat apresiasi.
Baca Juga: Berkenalan dengan Fuad Idris dan Jejak Karier Sang Aktor Senior
Berkat perannya di Mendadak Dangdut, ia masuk nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2006 serta Pemeran Utama Pria Terpilih di Festival Film Jakarta pada tahun yang sama.
Sejak saat itu, Dwi Sasono terus menunjukkan konsistensinya di dunia seni peran. Ia dikenal sebagai aktor yang mampu membawakan berbagai karakter, mulai dari drama, komedi, laga, hingga horor.
Sejumlah film populer yang pernah ia bintangi antara lain Dua Garis Biru, Kartini, Critical Eleven, Mencuri Raden Saleh, Jailangkung: Sandekala, Budi Pekerti, hingga Perayaan Mati Rasa. Pada 2026, Dwi kembali dipercaya memerankan karakter ayah bernama Ridho dalam film Jangan Buang Ibu.
Tak hanya aktif di layar lebar, Dwi juga kerap menghiasi layar kaca melalui sejumlah serial dan sinetron. Salah satu perannya yang paling melekat di hati penonton adalah sebagai Adi Putranto dalam sitkom Tetangga Masa Gitu?.
Ayah tiga anak ini juga membintangi serial Suami-Suami Masa Kini, Rencana Besar, Losmen Melati the Series, hingga Bad Guys. Selain berakting, Dwi sempat menjajal kursi sutradara lewat film Rumah Kaliurang, yang semakin menunjukkan kiprahnya di industri perfilman Indonesia.
Nominasi dan Penghargaan
Kemampuan akting Dwi Sasono tak hanya mendapat apresiasi dari penonton, tetapi juga berbagai ajang penghargaan perfilman bergengsi di Indonesia.
Tak lama setelah debutnya di layar lebar, ia langsung mencuri perhatian lewat Mendadak Dangdut. Berkat film tersebut, Dwi berhasil masuk nominasi Pemeran Utama Pria Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2006 dan Festival Film Jakarta 2006.
Pada 2007, namanya kembali masuk dalam sejumlah nominasi di Indonesian Movie Awards, termasuk kategori Aktor Pendatang Baru Terbaik dan Pendatang Baru Terfavorit. Di tahun yang sama, ia juga bersaing di MTV Indonesia Movie Awards berkat penampilannya dalam film Pocong 2 dan Mengejar Mas Mas.
Baca Juga: Lukman Sardi dan Perjalanan Kariernya Jadi Aktor Ternama
Setahun kemudian, Dwi berhasil membawa pulang penghargaan Pemeran Utama Pria Terpuji Film Bioskop di Festival Film Bandung 2008. Penghargaan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai aktor papan atas Tanah Air.
Konsistensi Dwi di dunia seni peran terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Ia kembali menerima berbagai nominasi melalui film Laskar Pemimpi, Sampai Ujung Dunia, Gangster, Mekah I'm Coming, hingga serial Angkringan the Series.
Pada 2022, Dwi berhasil meraih penghargaan Aktor Utama Terbaik Genre Horor di Festival Film Wartawan Indonesia berkat perannya dalam Jailangkung: Sandekala. Sementara pada 2023, ia kembali masuk nominasi Festival Film Indonesia untuk kategori Pemeran Pendukung Pria Terbaik melalui film Budi Pekerti.