Istana akhirnya buka suara soal keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memilih memecat Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan yang baru ia emban selama setahun belakangan. 

Alih-alih menjawab rasa penasaran publik yang ingin mengetahui alasan dibalik pemecatan tak etis itu, istana justru memberi penjelasan yang terkesan ‘cari aman’ dengan pernyataan-pernyataan normatif, padahal sejak hari pertama dipecat Publik menunggu penjelasan pemerintah terkait keputusan yang oleh banyak pihak dinilai tak lazim itu. 

Baca Juga: Prabowo Tendang Purbaya, Hasyim Nyeletuk: Cara Pemecatan Tak Etis Kayak Megawati Pecat SBY

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, pencopotan Purbaya sebenarnya menjadi dinamika yang wajar di dalam Kabinet Merah Putih, pergantian formasi kabinet bukan sesuatu yang istimewa, itu biasa saja.  

"Nggak itu pergantian biasa saja sebetulnya. Pergantian pejabat kan tidak ada sesuatu yang istimewa. Kan itu juga hak prerogatif Presiden kan ya," kata  Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir Kamis  (17/9/2026).

Bambang mengaku pergantian menteri merupakan hak presiden yang tidak dapat diganggu gugat, kepala negara kata dia pasti punya pertimbangan tersendiri ketika mencopot seorang menteri. Bambang sendiri mengaku tidak mengetahui secara jelas alasan Prabowo memecat Purbaya. 

“Tidak ada yang istimewa. Pergantian kapan saja itu sebetulnya Menteri wakil Menteri siap diganti,” ujarnya. 

Meski pemerintah hingga kini masih merahasiakan alasan pemecatan Purbaya, namun publik sudah terlanjur berspekulasi, salah satu dugaan yang sekarang ramai dibahas adalah soal keputusan Purbaya yang melakukan perombakan besar-besaran di internal Kementerian Keuangan. Perubahan besar itu dilakukan Purbaya empat hari sebelum dirinya dipecat via panggilan telepon. 

Tercatat, sekitar 50 pegawai level Eselon II dan 350 pegawai level Eselon III dirotasi dari jabatannya, perombakan ini disebut-sebut memicu gesekan di internal Kemenkeu, ada orang dalam yang disebut-sebut tak suka pada Purbaya yang berujung pemecatan. 

Baca Juga: Dibongkar Anak Buah Ibu Mega, Ternyata Ini yang Bikin Purbaya Dipecat Prabowo, Ya Ampun!

"Saya kalau internalnya kita tidak tahu kalau internal seperti apa. Cuman dari perspektif kita, dari Istana, sebetulnya pergantian itu adalah sesuatu yang lumrah saja sebetulnya. Bisa kapan saja. Namanya reshuffle kan bisa saja kapan dicopot, lalu ada yang diangkat yang baru," pungkas Bambang.