Banyak orang ingin mulai berinvestasi, tapi langsung bingung begitu bertemu istilah-istilah yang terdengar asing. Padahal, satu istilah yang salah dipahami bisa memengaruhi keputusan keuanganmu ke depan.

Apalagi kini investasi makin dekat dengan keseharian, termasuk bagi generasi muda yang mulai serius menata keuangan jangka panjang. Agar langkah awalmu lebih mantap dan tidak keliru, berikut enam istilah dasar yang sebaiknya dipahami pemula sebelum menanamkan uang pertamanya.

Baca Juga: Investasi karena FOMO Bisa Bikin Terlilit Utang, Kenali Bahayanya

Baca Juga: Investasi Strategis Butuh Standar Baru: Dari Imbal Hasil Menuju Dampak Pembangunan

1. Capital Gain 

Capital gain adalah keuntungan yang kamu dapat ketika menjual aset di harga yang lebih tinggi daripada harga belinya. Misalnya, kamu membeli saham lalu menjualnya saat harganya naik, maka selisihnya itulah capital gain. Kebalikannya adalah capital loss, yaitu kerugian akibat menjual aset di bawah harga beli.

2. Dividen

Dividen merupakan keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada para pemegang sahamnya. Berbeda dengan capital gain yang baru terasa setelah aset dijual, dividen datang dari hasil usaha perusahaan yang sahamnya kamu miliki.

Baca Juga: Kenali Downsizing dan Cara Penerapannya Dalam Finansial

Baca Juga: 6 Pelajaran Finansial Warren Buffett untuk Menghadapi Masa Pensiun Tanpa Gaji Tetap

3. Portofolio Investasi 

Kumpulan berbagai instrumen yang dimiliki seorang investor. Isinya bisa berupa saham, obligasi, emas, maupun deposito. Dengan mengenal portofolio, kamu bisa melihat gambaran utuh ke mana saja uangmu ditempatkan.

4. Diverifikasi

Strategi membagi modal ke beberapa jenis instrumen yang berbeda. Tujuannya mengurangi risiko, sehingga kalau satu instrumen sedang turun, kerugiannya tidak menimpa seluruh dana yang kamu miliki.

5.Likuiditas

Likuiditas menunjukkan seberapa cepat dan mudah sebuah investasi dapat dicairkan menjadi uang tunai. Semakin mudah dijual, semakin tinggi likuiditasnya. Hal ini penting dipertimbangkan karena suatu saat kamu mungkin membutuhkan dana dengan segera.

6. Cut Loss

Langkah menjual aset di harga yang lebih rendah untuk mencegah kerugian yang lebih dalam, terutama ketika harga diperkirakan akan terus turun. Dengan begitu, sisa modalmu tetap terselamatkan.

Memahami istilah-istilah dasar ini memang belum cukup untuk menjadikanmu investor yang mahir, tetapi bisa jadi bekal awal agar tidak gagap saat membaca berita atau berdiskusi soal investasi. Setiap jenis instrumen punya karakteristik sendiri, jadi pilihlah yang sesuai dengan profil risiko dan target keuanganmu.