Sebagai salah satu aplikasi layanan pesan-antar makanan terbesar di Indonesia, GrabFood memang sudah diterima secara luas oleh masyarakat Tanah Air. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kondisi ekonomi saat ini menjadi tantangan tersendiri karena daya beli konsumen mengalami tekanan.

Menyadari hal tersebut, Grab Indonesia mengambil langkah taktis untuk merangkul semua segmen konsumen lewat berbagai program inovatif yang disesuaikan dengan daya beli masing-masing pengguna.

Country Marketing & Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, menjelaskan bahwa pihak Grab sangat memaklumi adanya perbedaan daya beli di antara pengguna setia.

"Kita juga tidak memungkiri bahwa ada masyarakat yang daya belinya mungkin tidak sama antara satu dengan yang lainnya," ungkap Melinda saat ditemui Olenka di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Bongkar Data GrabFood, Ini Menu Makanan dan Minuman Favorit Masyarakat

Oleh karena itu, GrabFood sengaja membagi layanan ke dalam beberapa segmen khusus agar semua lapisan masyarakat tetap bisa menikmati jajan praktis tanpa beban.

Bagi konsumen yang mendambakan pengalaman kuliner premium yang terjamin kelezatannya, Grab menyediakan program khusus bernama GrabFood Bintang 5. Menurut Melinda, segmen ini sengaja dihadirkan untuk memperkenalkan kurasi kuliner terbaik pilihan Grab.

"Di situ kita justru mengenalkan kurasi kuliner Bintang 5 yang memang sudah dikurasi oleh kita dan juga jutaan pengguna GrabFood yang sudah memenangkan rating. Itu adalah jenis makanan atau resto yang memang sudah terbukti pasti enak gitu kan. Jadi itu ada segmennya sendiri," jelasnya.

Baca Juga: Gandeng Aldi Taher, Grab Hadirkan Festival Burger Dunia Akhir Pekan Ini

Di sisi lain, Melinda menambahkan bahwa Grab berkomitmen untuk memperkenalkan program yang jauh lebih ramah kantong agar makanan sehari-hari masyarakat menjadi lebih terjangkau.

Jawaban konkret Grab atas situasi ini adalah dengan menghadirkan sebuah fitur andalan baru bernama Diskon Puas. Berbeda dengan promo musiman yang memiliki batas waktu ketat, fitur ini sengaja dirancang mengudara sepanjang hari tanpa putus demi menemani rutinitas harian konsumen.

Melinda bahkan mencontohkan dirinya sendiri yang setiap hari mengandalkan pemesanan makanan lewat aplikasi, di mana pengeluaran harian tentu bisa membengkak jika tidak disiasati dengan bijak.

"Aku contohnya ya, 100% mungkin aku setiap hari makannya GrabFood. Kalau sehari-hari seperti itu kan maksudnya pengeluarannya besar. Jadi kita ngerti banget in this economy susah," tuturnya.