3. Perhatikan Bahasa Tubuh

Kata-kata bukan satu-satunya hal yang menentukan keberhasilan komunikasi. Bahasa tubuh juga dapat menyampaikan pesan yang kuat.

Ketika seseorang sedang berbicara, misalnya, sibuk melihat ponsel, memeriksa jam tangan, atau tampak melamun dapat memberikan kesan bahwa kita tidak benar-benar tertarik dengan percakapan.

Tidak perlu terus-menerus melakukan kontak mata secara intens. Namun, menunjukkan bahwa kita hadir dan memberikan perhatian penuh dapat membuat lawan bicara merasa lebih dihargai.

Gestur sederhana seperti mengangguk, mempertahankan posisi tubuh yang terbuka, dan tidak terus-menerus melihat ke arah lain dapat membantu menciptakan percakapan yang lebih nyaman.

4. Ajukan Pertanyaan Terbuka

Pertanyaan yang hanya membutuhkan jawaban 'ya' atau 'tidak' cenderung membuat percakapan cepat berakhir.

Jika ingin memahami pemikiran atau sudut pandang seseorang secara lebih mendalam, cobalah menggunakan pertanyaan terbuka.

Jenis pertanyaan ini memberi ruang bagi lawan bicara untuk menjelaskan pemikiran mereka dengan lebih leluasa.

Misalnya, daripada bertanya, 'Apakah Anda menyukai rencana ini?', coba ubah menjadi, “'Bagian mana dari rencana ini yang paling menarik bagi Anda?'.

Perubahan sederhana dalam cara bertanya tersebut dapat menghasilkan jawaban yang jauh lebih kaya. Teknik ini juga sangat berguna ketika menghadapi diskusi sulit, termasuk dalam lingkungan kerja.

5. Perlambat Tempo Bicara

Rasa gugup sering kali membuat seseorang berbicara terlalu cepat. Kalimat keluar terburu-buru, gagasan belum selesai tetapi sudah beralih ke poin berikutnya, bahkan terkadang disertai kebiasaan meminta maaf ketika menyampaikan pendapat.

Jika ingin terdengar lebih tenang dan percaya diri, cobalah memperlambat tempo bicara.

Berbicaralah dengan ritme yang terukur dan berikan jeda ketika diperlukan. Pastikan setiap gagasan tersampaikan dengan jelas tanpa harus bertele-tele. Yang tak kalah penting, yakini apa yang sedang Anda sampaikan.

Bagi orang yang merasa cemas ketika berbicara di depan umum, tidak perlu langsung berusaha mendominasi percakapan atau ruangan.

Mulailah dengan menyampaikan satu pemikiran yang kuat dalam sebuah pertemuan, kemudian kembangkan kemampuan tersebut secara bertahap.

Baca Juga: Rekomendasi 7 Bacaan Penting untuk Membentuk Kepribadian yang Lebih Kuat dan Komunikasi yang Efektif