Partai Gerindra marah besar atas pernyataan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang menyebut saat ini negara sedang menjajah rakyatnya sendiri. Menurut partai politik besutan Prabowo Subianto itu, pernyataan itu sama sekali tidak berdasar, bahkan ini dapat dikategorikan sebagai sebuah tuduhan serius terhadap pemerintah.
"Iya, apa fakta, apa data yang sampai BEM UI membuat kesimpulan seperti itu. Kalau itu kan poin satu seperti menuduh Indonesia, menuduh pemerintah, itu negara penjajah," kata Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso dilansir Olenka.id Kamis (20/8/2026)
Sugiat mengklaim, sejauh ini pemerintah tak merasa sebagai penjajah, bahkan mayoritas masyarakat Indonesia kata dia juga tidak merasa sedang dijajah, dia mengaku sangat menyayangkan pernyataan BEM yang dinilai terlampau ugal-ugalan dan tak berdasar pada fakta dan data.
"Ya tidak. Ya pasti kami tidak merasa seperti itu. Dan mayoritas rakyat Indonesia juga tidak merasa seperti itu," tegasnya.
Adapun pernyataan BEM UI itu disampaikan saat aksi unjuk rasa yang digelar di kawasan Bundaran HI pada 18 Agustus 2026 lalu, dalam aksi unjuk rasa yang digelar bareng Front Mahasiswa Nasional itu, BEM UI menyampaikan delapan tuntutan kepada pemerintah, poin pertama tuntutan tersebut adalah: meminta pemerintah menghentikan penjajahan negara terhadap rakyatnya sendiri.
"Saya nggak tahu dari mana BEM UI bisa mengambil kesimpulan seperti itu," pungkas Sugiat.