PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) membukukan pendapatan bersih konsolidasi sebesar Rp65,53 triliun pada semester pertama 2026. Capaian tersebut tumbuh 9% dari pendapatan Indofood pada semester pertama 2025 yang sebesar Rp59,84 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, mengungkapkan bahwa kenaikan pendapatan juga mendorong pertumbuhan laba usaha sebesar 14% dari Rp11,69 triliun per Juni 2025 menjadi Rp13,29 triliun per Juni 2026. Marjin laba usaha juga dapat terjaga di level 20,3%.

Kendati demikian, INDF mengalami penurunan laba bersih hingga 19% dari sebelumnya Rp5,84 triliun pada H1 2025 menjadi Rp4,72 triliun pada H1 2026. Adapun core profit yang mencerminkan kinerja operasional INDF masih tumbuh 7% dari Rp5,78 triliun menjadi Rp6,18 triliun.

Baca Juga: Anthoni Salim: Pelemahan Nilai Tukar Rupiah Tekan Laba Bersih Indofood CBP Jadi Rp3,70 Triliun pada H1 2026

"Penurunan laba bersih terutama karena lebih tingginya rugi selisih kurs yang belum terealisasi yang timbul dari kegiatan pendanaan seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah," ungkap Anthoni Salim dalam keterangan resmi pada Jumat (31/7/2026).

Lebih lanjut, Anthoni Salim mengatakan bahwa Indofood tetap mampu mempertahankan kinerja yang solid sepanjang semester I 2026 meski dibayang-bayangi oleh ketidakpastian global yang terus berlangsung.

"Kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," tutupnya.