PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) membukukan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp101,49 triliun per kuartal ketiga tahun 2026. Capaian tersebut naik 12% dari periode yang sama pada tahun 2025 yang sebesar Rp90,98 triliun.
Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, mengungkapkan bahwa kenaikan penjualan turut diikuti oleh pertumbuhan laba usaha sebesar 15% dari Rp18,10 triliun menjadi Rp20,80 triliun. Pada saat yang sama, marjin laba usaha meningkat menjadi 20,5% dari 19,9% di tahun sebelumnya.
Baca Juga: Indofood Riset Nugraha Dukung 83 Peneliti Muda Kembangkan Inovasi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal
Sementara itu, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk relatif stabil di kisaran Rp7,87 triliun, diimbangi oleh meningkatnya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan, terutama obligasi dalam mata uang dolar AS yang diterbitkan oleh ICBP, seiring melemahnya nilai tukar rupiah. Core profit, yang mencerminkan kinerja operasional Perseroan, naik 11% menjadi Rp9,37 triliun dari Rp8,42 triliun.
Baca Juga: Indofood (INDF) Raih Pendapatan Rp65,53 Triliun pada Semester I 2026
“Didukung dengan model bisnis yang terintegrasi secara vertikal, Indofood mencatatkan kinerja yang solid selama periode sembilan bulan pertama tahun ini. Untuk kedepannya, kami tetap fokus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan, menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan tingkat profitabilitas, serta mempertahankan posisi neraca yang sehat," ungkap Anthoni Salim dalam keterangan resmi yang diterima Olenka, Senin (2/11/2026).