Growthmates, banyak orang menganggap kesehatan gigi dan mulut hanya berkaitan dengan gigi berlubang atau bau mulut. Padahal, kondisi kebersihan mulut yang buruk juga dapat berdampak pada kesehatan organ lain, termasuk jantung.

Dokter sekaligus entrepreneur, dr. Tirta Mandira Hudhi, mengungkapkan bahwa hubungan antara kesehatan gigi dan penyakit jantung bukan sekadar mitos.

Menurutnya, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa infeksi dan peradangan di rongga mulut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada jantung apabila tidak ditangani dengan baik.

"Kesehatan gigi yang buruk memiliki hubungan langsung dengan risiko penyakit jantung. Ini faktanya, walau hubungannya terlihat jauh. Mulut kan? Iya benar, fakta," papar dr. Tirta, dikutip dari laman Instagram pribadinya @dr.tirta, Rabu (29/7/2026).

dr. Tirta menjelaskan, rongga mulut merupakan pintu masuk pertama bagi makanan sekaligus tempat hidup jutaan mikroorganisme. Apabila seseorang tidak rutin menyikat gigi dan menjaga kebersihan mulut, bakteri akan lebih mudah berkembang biak.

"Mulut ini kan adalah tempat pertama kali makanan masuk. Dan banyak banget mikroorganisme di dalam gigi dan mulut. Ketika kamu tidak rajin membersihkan gigi dengan baik, bakteri akan muncul di sini," jelasnya.

Menurut dr. Tirta, penumpukan bakteri dapat memicu peradangan pada gusi atau jaringan di sekitar gigi. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena jaringan di area mulut memiliki banyak pembuluh darah kapiler yang dapat menjadi jalur masuk bakteri ke aliran darah.

"Kadang bakteri-bakteri tersebut bisa memunculkan peradangan. Karena daerah gigi dan gusi sangat berhubungan dengan banyak pembuluh kapiler, bakterinya bisa masuk ke pembuluh darah. Kalau tidak ditangani dengan baik, bisa menyebabkan infeksi sistemik dan kronis," katanya.

Baca Juga: Kebiasaan Tak Sikat Gigi Sebelum Tidur Berisiko Picu Pengeluaran Medis yang Membengkak

Lebih lanjut, dr. Tirta mengatakan bahwa kebersihan mulut yang buruk juga berkaitan dengan meningkatnya risiko infeksi seperti radang amandel (tonsilitis) maupun radang tenggorokan (faringitis).

Jika infeksi tersebut terus berlanjut tanpa penanganan yang tepat, kata dia, bakteri berpotensi memengaruhi katup jantung dan memicu peradangan.

"Higienitas mulut yang buruk sangat berkaitan erat dengan tonsilitis dan faringitis. Kalau itu tidak ditangani dengan baik, selanjutnya bisa menyebabkan penyakit pada katup jantung," ungkapnya.

Ia pun menuturkan, bakteri yang berhasil mencapai jantung dapat memicu peradangan pada katup jantung. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan jaringan hingga meningkatkan risiko penyakit jantung tertentu, termasuk kelainan pada katup jantung.

"Bakteri-bakteri tersebut bisa menyebabkan peradangan pada katup jantung, yang akhirnya menyebabkan fibrosis dan kondisi seperti Rheumatic Heart Disease (RHD)," jelas dr. Tirta.

Karena itu, dr. Tirta mengingatkan masyarakat untuk tidak menyepelekan kebersihan gigi dan mulut.

Menyikat gigi secara rutin serta melakukan pemeriksaan berkala ke dokter gigi, lanjut dia, merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah berbagai komplikasi kesehatan.

"Jadi buat kalian yang jarang membersihkan cangkem atau jarang kontrol ke dokter gigi, hati-hati. Di sini banyak banget pembuluh darah kapiler dan saraf. Kalau apes banget, meski kemungkinannya kecil, bakterinya bisa masuk ke pembuluh darah kapiler dan malah membuat infeksi pada katup jantungmu," tutupnya.

Baca Juga: Bagaimana Cara Menyikat Gigi yang Tepat Menurut Ahli?