PT Helios Informatika Nusantara (Helios), penyedia solusi teknologi infrastruktur IT, cloud dan digital, sekaligus bagian dari CTI Group, memperluas portofolio solusinya melalui kemitraan dengan Motadata di Indonesia. Melalui kemitraan ini, Helios menghadirkan solusi observability dan IT Service Management (ITSM) untuk membantu perusahaan memperoleh visibilitas yang lebih menyeluruh atas infrastruktur IT yang semakin kompleks, mengenali anomali lebih awal, serta mendukung penanganan gangguan secara lebih tepat.
Survei global Deloitte’s 2026 Future of Infrastructure menunjukkan bahwa 69% pemimpin memperkirakan kebutuhan terhadap infrastruktur yang cerdas dan saling terhubung akan terus meningkat. Namun, 45% responden mengidentifikasi ketergantungan antar-sistem sebagai salah satu tantangan utama. Temuan ini relevan bagi perusahaan yang memiliki informasi dan data yang tersebar di berbagai sistem dan menunjukkan pentingnya kemampuan perusahaan untuk mengelola infrastruktur yang semakin terhubung.
Royani Lo, CEO Helios, menilai perusahaan perlu beralih dari sekadar memantau kondisi infrastruktur IT menuju kemampuan mengenali indikasi gangguan sebelum berdampak pada operasional. “Saat ini banyak perusahaan menjalankan kombinasi antara on-premise, cloud, network, aplikasi, dan berbagai perangkat lainnya. Di sisi lain, mereka juga menggunakan berbagai tools untuk melakukan monitoring. Ketika jumlah sistem yang harus dipantau semakin banyak, tim IT tidak hanya menghadapi tantangan visibilitas, tetapi juga bagaimana mengenali anomali yang mungkin terlewat di antara begitu banyak informasi dari berbagai tools monitoring tersebut,” ungkap Royani.
Kebutuhan tersebut dapat ditemui di berbagai sektor yang bergantung pada ketersediaan layanan digital, seperti perbankan dan jasa keuangan, telekomunikasi, manufaktur, serta kesehatan. Perusahaan yang mengelola sistem lama (legacy systems), aplikasi berbasis cloud, dan perangkat yang saling terhubung di berbagai lokasi, butuh memantau kondisi infrastruktur secara menyeluruh. Terutama bagi perusahaan yang mengalami dampak langsung terhadap pendapatan, reputasi, maupun kepercayaan pelanggan ketika terjadi gangguan layanan.
Melalui kemitraan ini, Helios menghadirkan dua solusi Motadata dengan fungsi yang saling melengkapi. Motadata ObserveOps yang berbasis artificial intelligence (AI) membantu tim IT memantau kondisi infrastruktur, jaringan, dan aplikasi, serta menganalisis informasi dari berbagai sumber, termasuk log system. Sementara itu, Motadata ServiceOps merupakan platform pengelolaan layanan IT perusahaan terotomatisasi; mencakup penanganan insiden dan masalah, pengelolaan perubahan sistem, serta pemantauan aset dan konfigurasi data.
Sebagai value-added distributor (VAD), Helios mendukung pelanggan dan mitra bisnis dalam mengevaluasi kebutuhan, merencanakan implementasi, mengintegrasikan solusi dengan lingkungan IT yang sudah ada, serta dukungan teknis lokal. Pendekatan ini ditujukan untuk membantu perusahaan menyesuaikan penerapan solusi dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan operasional masing-masing.
“Perusahaan di Indonesia kini menjalankan lebih banyak sistem di berbagai lokasi sehingga tim IT membutuhkan satu pandangan yang jelas terhadap keseluruhan infrastrukturnya. Helios menghadirkan keahlian teknis lokal untuk membantu perusahaan menerapkan ObserveOps dan ServiceOps sesuai dengan lingkungan IT masing-masing. Bekerja sama dengan Helios juga membantu kami memahami kebutuhan integrasi dan kepatuhan di pasar Indonesia dengan lebih baik,” tutup Amit Singhala, CEO Motadata, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (6/11/2026).