Heartology Cardiovascular Hospital menggelar Cardiac & Vascular Excellence Scientific Update (CARES) 2026 di The Westin Jakarta, Sabtu (31/10/2026). Forum ilmiah ini menyoroti tantangan tenaga medis dalam menentukan diagnosis dan penanganan penyakit kardiovaskular di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi medis.

Mengusung tema “The Clinical Crossroads: Decoding Challenges in Modern Cardiovascular Care”, CARES 2026 menjadi ruang diskusi bagi dokter umum, kardiolog, dokter bedah, hingga perawat untuk membahas pengambilan keputusan klinis berdasarkan bukti ilmiah dan kondisi individual pasien.

Ketua panitia CARES 2026, dr. Emanoel Oepangat, Sp.JP(K), mengatakan perkembangan teknologi kardiovaskular menghadirkan semakin banyak pilihan dalam mendiagnosis dan menangani penyakit jantung. Namun, tenaga medis tetap perlu mempertimbangkan waktu, metode, serta ketepatan penggunaan teknologi tersebut.

“Saat ini kita memiliki semakin banyak pilihan dalam mendiagnosis dan menangani penyakit kardiovaskular. Namun, tantangannya adalah menentukan kapan dan bagaimana pilihan tersebut digunakan secara tepat. Melalui CARES 2026, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang tidak hanya membahas perkembangan ilmu, tetapi juga bagaimana ilmu tersebut diterapkan dalam pengambilan keputusan klinis,” ujar dr. Emanoel saat ditemui dalam kegiatan CARES 2026.

Baca Juga: CARES 2025 Hadirkan Dialog Klinis Interaktif, Bahas Kasus Nyata Penanganan Penyakit Jantung

Ia menjelaskan, pemilihan tema tahun ini juga berkaitan dengan karakteristik Heartology yang memiliki dokter dari berbagai subspesialisasi kardiovaskular. Kondisi tersebut mendorong penyelenggara untuk menghadirkan pembahasan yang lebih mendalam dan spesifik mengenai perkembangan penanganan penyakit jantung.

“Karena yang bekerja di rumah sakit ini semua subspesialis, tidak ada yang hanya kardiologi umum. Jadi, kami harus mencari tema-tema yang mungkin tidak biasa,” jelasnya.

Salah satu perkembangan teknologi yang menjadi perhatian adalah penggunaan Intravascular Ultrasound (IVUS) dalam prosedur pemasangan ring jantung. Teknologi ini memungkinkan dokter melihat kondisi pembuluh darah dari dalam, termasuk diameter pembuluh darah, panjang lesi, hingga tingkat pengapuran.

Baca Juga: Mengenal Teh Oolong, Minuman Tradisional Kaya Antioksidan untuk Jantung dan Otak

Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan dokter dalam menentukan ukuran ring serta metode penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

“Dulu pemasangan ring jantung cukup dengan melihat angiografi. Namun, dengan perkembangan teknologi dan ilmu, sekarang banyak hal yang harus dipertimbangkan. Kita bisa melihat diameter dan panjang lesi sehingga penanganannya lebih tepat,” ungkapnya.

Meski menawarkan informasi yang lebih mendalam, penggunaan teknologi tersebut masih menghadapi tantangan dari sisi biaya dan akses. Menurut dr. Emanoel, diperlukan kerja sama dengan pihak asuransi dan berbagai pemangku kepentingan agar pemanfaatan teknologi medis dapat semakin luas.

Dalam rangkaian CARES 2026, pembahasan simposium mencakup tiga area klinis. Pertama, Valvular Heart Disease melalui tema “The Valve at the Crossroads: From Diagnosis to Definitive Intervention”. Kedua, Chronic Venous Disease dengan tema “Uncovering Venous Disease: Recognising and Managing Chronic Venous Disease”. Ketiga, Atrial Fibrillation melalui pendekatan berbasis kasus dalam sesi “Beyond the Irregular Beat: A Case-Based Journey Through Atrial Fibrillation”.

Selain simposium, CARES 2026 juga menghadirkan lima sesi workshop, yakni Lipid Masterclass, Emergency ECG for GP, Basic WSD Workshop, PFO Associated Stroke, dan Modern PCI. Khusus sesi Modern PCI, pembahasan berfokus pada pemanfaatan teknologi Fractional Flow Reserve (FFR) dan IVUS bagi tenaga cathlab.

Presiden Direktur Heartology Cardiovascular Hospital, dr. Ridwan Tjahjadi Lembong, MM, MMRS, MBA, menegaskan bahwa pengembangan layanan kardiovaskular tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi dan pengetahuan terbaru. Kolaborasi antarprofesi serta kemampuan tenaga medis dalam menentukan penanganan sesuai kondisi pasien juga menjadi faktor penting.

Baca Juga: Heartology Catat Sejarah: Operasi MICS dengan ASD Closure + Dua Valve Repair Berhasil Dilakukan Pertama Kali di Indonesia

“Kemajuan ilmu dan teknologi kardiovaskular membuka semakin banyak kemungkinan dalam penanganan pasien. Namun, nilai dari setiap kemajuan tersebut ditentukan oleh bagaimana kita menggunakannya secara tepat dengan mempertimbangkan bukti ilmiah, kondisi individual pasien, serta diskusi lintas disiplin. Melalui CARES 2026, Heartology ingin mendorong ruang belajar dan bertukar pengalaman yang membantu tenaga medis mengambil keputusan klinis secara lebih terarah, sekaligus memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kualitas layanan kardiovaskular di Indonesia,” ujar dr. Ridwan.

Melalui CARES 2026, Heartology berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarprofesi dapat membantu menjembatani perkembangan ilmu kardiovaskular dengan penerapannya dalam praktik medis. Forum ini juga diharapkan memperkuat jejaring dan kolaborasi layanan kardiovaskular di Indonesia.