Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Ansor Addin Jauharudin, menyayangkan aksi mantan Ketua MPR RI Amien Rais atas tudingannya kepada Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dinilai memicu perpecahan.

Menurutnya, Amien Rais yang merupakan tokoh reformasi yang mempunyai rekam jejak panjang seharusnya dapat menjadi teladan dan menjaga etika berpolitik. Terkhusus bagi generasi muda.

"GP Ansor menghormati hak setiap warga negara untuk menyampaikan kritik. Kritik yang keras sekalipun adalah bagian dari demokrasi. Namun, kritik tersebut harus tetap berada dalam koridor etika dan tidak menyerang pribadi, apalagi dengan tudingan yang mengarah kepada fitnah," terangnya dalam keterangannya, Senin (4/5/2026).

Baca Juga: Biografi Amien Rais

Lanjutnya, ia menilai pola komunikasi yang mengarah pada serangan personal tersebut berpotensi menurunkan kualitas demokrasi bagi generasi muda.

Baca Juga: Amien Ogah Cabut Pernyataan Soal Mayor Teddy

"Ketika kritik berubah menjadi serangan personal tanpa dasar yang jelas, hal itu berpotensi bermuara pada fitnah. Ini bukan hanya merugikan individu yang disasar, tetapi juga merusak ruang publik yang seharusnya menjadi tempat pertukaran gagasan, bukan arena saling menjatuhkan," ujarnya lagi.

Selain itu, ia menilai figur Amien Rais mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas politik, terutama di tengah kondisi sosial yang membutuhkan ketenangan dan kedewasaan.

Sambungnya, ia menilai ucapan yang dilontarkan Amien Rais dikhawatirkan dapat menjadi contoh kurang baik bagi kalangan muda.

"Generasi muda melihat dan meniru. Jika tokoh-tokoh bangsa justru mempertontonkan pola komunikasi yang menyerang personal, maka ini menjadi contoh yang tidak terpuji dalam praktik demokrasi kita," tegas dia.

Karena itu, GP Ansor mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para tokoh publik, untuk mengedepankan kritik yang konstruktif, berbasis data, serta menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai keadaban.

"Demokrasi yang sehat membutuhkan kritik, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab. Mari kita jaga bersama ruang publik agar tetap beradab, rasional, dan bebas dari fitnah," tukasnya.