Ia pun lantas menceritakan bahwa sejak masih muda dirinya sudah sering diajak mengunjungi berbagai unit usaha Ambarrukmo Group.

Meski saat itu belum terlibat dalam operasional, pengalaman tersebut membuatnya memahami suasana kerja, budaya perusahaan, hingga arah bisnis yang dibangun keluarga.

"Saya memang belum masuk ke operasional, tetapi sering diajak ke berbagai tempat usaha. Kadang awalnya mau bermain, tapi mampir dulu ke kantor. Dari situ saya benar-benar mengerti suasananya," tutur Haris.

Kebiasaan tersebut bahkan sempat menjadi bahan candaan teman-temannya karena ia lebih sering menghabiskan waktu di lingkungan usaha keluarga.

Namun, pengalaman itulah yang menurut Haris menjadi bekal berharga ketika akhirnya dipercaya meneruskan kepemimpinan perusahaan.

"Makanya dari dulu saya sering dikatai teman-teman, 'kerjanya kalau main ya ke Ambarrukmo terus'. Tapi memang di situlah saya belajar. Jadi ketika akhirnya bergabung, visi bisnisnya sudah tersampaikan dan keinginan saya pun sudah sejalan dengan arah perusahaan," pungkasnya.

Baca Juga: Mengenal Sukowati Sosrodjojo, Penerus Rekso Group di Balik Sukses Teh Botol Sosro dan McDonald's Indonesia