Managing Director Ambarrukmo Group, Haris Susanto, mengungkapkan bahwa proses regenerasi kepemimpinan di perusahaan keluarganya berjalan relatif mulus karena telah dipersiapkan sejak jauh hari.
Menurutnya, kunci utama transisi tersebut adalah memperkenalkan visi, misi, dan budaya perusahaan kepada generasi penerus sejak usia dini.
Haris mengatakan, keterlibatannya dalam bisnis Ambarrukmo Group tidak dimulai ketika ia resmi bekerja di perusahaan.
Sejak masih muda, sang ayah telah mengajaknya mengenal lingkungan bisnis secara bertahap, sehingga ia memahami bagaimana perusahaan dijalankan bahkan sebelum memegang jabatan.
"Pada akhirnya memang transisinya saya bisa bilang mulus. Karena setelah dengar cerita dari beberapa perusahaan lain, ada yang mengalami konflik manajemen, ada yang orang-orangnya keluar, bahkan muncul kubu-kubu. Untungnya kami tidak mengalami hal seperti itu," ungkap Haris kepada Olenka, belum lama ini.
Menurut Haris, penyelarasan visi dan nilai perusahaan menjadi fondasi penting dalam menjaga kesinambungan bisnis keluarga.
Karena telah diperkenalkan sejak lama, proses adaptasi ketika akhirnya bergabung secara penuh ke dalam perusahaan pun berjalan lebih mudah.
"Ayah saya memang dari dulu sudah mengajak saya ke bisnis. Jadi penyelarasan visi dan misi itu sudah dilakukan sejak sebelum saya masuk," katanya.
Baca Juga: Mengenal Sosok Rachman Halim, Penerus Bisnis Gudang Garam yang Dicintai
Ia pun lantas menceritakan bahwa sejak masih muda dirinya sudah sering diajak mengunjungi berbagai unit usaha Ambarrukmo Group.
Meski saat itu belum terlibat dalam operasional, pengalaman tersebut membuatnya memahami suasana kerja, budaya perusahaan, hingga arah bisnis yang dibangun keluarga.
"Saya memang belum masuk ke operasional, tetapi sering diajak ke berbagai tempat usaha. Kadang awalnya mau bermain, tapi mampir dulu ke kantor. Dari situ saya benar-benar mengerti suasananya," tutur Haris.
Kebiasaan tersebut bahkan sempat menjadi bahan candaan teman-temannya karena ia lebih sering menghabiskan waktu di lingkungan usaha keluarga.
Namun, pengalaman itulah yang menurut Haris menjadi bekal berharga ketika akhirnya dipercaya meneruskan kepemimpinan perusahaan.
"Makanya dari dulu saya sering dikatai teman-teman, 'kerjanya kalau main ya ke Ambarrukmo terus'. Tapi memang di situlah saya belajar. Jadi ketika akhirnya bergabung, visi bisnisnya sudah tersampaikan dan keinginan saya pun sudah sejalan dengan arah perusahaan," pungkasnya.