Ia menambahkan bahwa strategi pengobatan perlu disesuaikan dengan tingkat risiko masing-masing pasien agar pencapaian target LDL-C dapat ditingkatkan.
"Untuk meningkatkan rendahnya angka pencapaian target LDL-C pada pasien berisiko tinggi, strategi pengobatan perlu disesuaikan dan dioptimalkan berdasarkan profil risiko kardiovaskular masing-masing pasien. Pedoman internasional saat ini juga secara konsisten merekomendasikan dimulainya terapi penurun lipid berbasis bukti sedini mungkin serta pencapaian target LDL-C secara cepat," lanjutnya.
Senada dengan itu, Prof. Da-Hye Seo dari Divisi Endokrinologi Inha University Hospital, Korea Selatan, menjelaskan bahwa pengelolaan dislipidemia pada pasien diabetes memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, terutama bagi pasien yang belum mencapai target terapi.
"Pengelolaan dislipidemia pada pasien diabetes melitus tipe 2 memerlukan pendekatan yang komprehensif, termasuk pengendalian kadar LDL-C. Bagi pasien yang mengalami kesulitan mencapai target hanya dengan monoterapi, terapi kombinasi yang secara bersamaan menargetkan sintesis dan penyerapan kolesterol dapat menjadi salah satu pilihan pengobatan," jelasnya.
Sementara itu, CEO Daewoong Pharmaceutical, Seong-soo Park, menegaskan komitmen perusahaan untuk terus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia melalui inovasi terapi dan kolaborasi dengan komunitas medis.
"Selama lebih dari 20 tahun, Daewoong telah membangun kepercayaan yang kuat dengan komunitas medis di Indonesia dan tumbuh bersama sebagai mitra. Tidak hanya menyediakan obat-obatan, kami juga akan menghadirkan solusi terapi yang dibutuhkan pasien penyakit kronis di Indonesia serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia," kata Seong-soo Park.
Ke depan, Daewoong berencana memperkuat kolaborasi riset dengan memanfaatkan data klinis pasien lokal guna menghasilkan bukti ilmiah yang lebih relevan bagi populasi Asia.
Perusahaan juga akan terus mendorong kerja sama antara tenaga medis Indonesia dan Korea Selatan sebagai upaya mendukung perkembangan ilmu kedokteran sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Daewoong Gandeng IAI, Perkuat Kompetensi Apoteker dan Edukasi Kesehatan