Hanwha Life, perusahaan asuransi jiwa asal Korea Selatan, telah lebih dari satu dekade menjalankan bisnisnya di Tanah Air. Pada tahun 2025, Hanwha Life membukukan pendapatan premi sebesar Rp295,15 miliar, tumbuh 16,7% dari Rp252,95 miliar pada tahun 2024. Untuk tahun 2026, Hanwha Life menargetkan pendapatan premi sebesar Rp322,80 miliar.

Kim Si Jun, CFO Hanwha Life Indonesia, mengungkapkan, "Tahun ini, Hanwha Life berfokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan. Fokus tersebut telah membuahkan hasil yang konkret. Sampai dengan Semester I 2026, Hanwha Life mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp172,29 miliar, tumbuh 18,85% dari Rp144,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Serta, telah mencapai sekitar 53% target pendapatan premi tahun 2026."

Baca Juga: Pendapatan Bersih United Tractors Turun 15% pada Semester I Tahun 2026 

Pertumbuhan bisnis tersebut tidak lepas dari fundamental perusahaan yang terus diperkuat, mulai dari tata kelola perusahaan, efisiensi operasional, disiplin underwriting, optimalisasi portofolio bisnis, hingga manajemen risiko dan solvabilitas.

Kekuatan fundamental ini juga tercermin dari sisi finansial. Pada Semester I 2026, Hanwha Life mencatatkan total aset sebesar Rp2,19 triliun dengan rasio kecukupan modal (RBC) mencapai 1.958,03% yang jauh melampaui ambang batas 120% yang ditetapkan OJK. Sementara pada tahun 2025, Hanwha Life membukukan total aset Rp2,14 triliun dan RBC 1.241,32%.

"Kami akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, pengelolaan risiko, serta ketahanan finansial. Komitmen kami adalah memberikan nilai lebih bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari nasabah, karyawan, agen dan tenaga pemasar, hingga mitra bisnis. Tahun ini, pemahaman terhadap kebutuhan konsumen dan kemampuan beradaptasi dengan teknologi akan memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas produk dan layanan Hanwha Life," jelas CFO Hanwha Life Indonesia, Kim Si Jun, dalam keterangan resminya, dikutip Selasa (8/9/2026).

Untuk mewujudkan visi tersebut, Hanwha Life menjalankan tiga strategi utama sepanjang 2026. Strategi pertama berfokus pada peningkatan standar layanan bagi nasabah maupun tenaga pemasar melalui optimalisasi digital. Transformasi ini bertujuan menghadirkan pengalaman berasuransi yang lebih cepat, mudah, dan konsisten bagi seluruh pemangku kepentingan.

Kedua, Hanwha Life menghadirkan produk yang semakin beragam untuk dapat melayani lebih banyak segmen nasabah sesuai kebutuhan, kemampuan, dan profil masing-masing. Ketiga, Hanwha Life terus memperluas kemitraan strategis dengan berbagai partner dan institusi, mulai dari sektor perbankan, institusi keuangan, dan komunitas, guna memperluas akses pasar dan meningkatkan penetrasi produk asuransi.

Dengan kombinasi fundamental bisnis yang kuat, inovasi produk berkelanjutan, dan komitmen terhadap tata kelola yang baik, Hanwha Life optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan. PT Hanwha Life Insurance Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 24 Oktober 2013, serta bagian dari Hanwha Group yang termasuk Top 5 konglomerasi terbesar di Korea Selatan.