Ketua DPR RI Puan Maharani mengutuk keras aksi keji kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Yahukimo, Papua Pegunungan yang melakukan penyerangan brutal terhadap sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dan guru.
Penyerangan kelompok separatis yang menewaskan seorang guru dan melukai nama orang lainnya itu kata Puan merupakan tindakan yang sangat tidak manusiawi. Ulah kelompok pemberontak itu juga dinilai hanya menjadi penghambat kemajuan di Papua.
Baca Juga: 10 Tips Keamanan Siber Agar Perempuan Terhindar dari Penipuan Online dan Scam
"Ini adalah tindakan yang tidak manusiawi dan menghambat upaya pembangunan di Papua. Guru dan tenaga kesehatan adalah pahlawan kemanusiaan yang harus dilindungi, bukan menjadi korban kekerasan,” ujar Puan dalam keterangan resminya, Selasa (25/3/2025).
Puan pun meminta pemerintah bersama TNI dan Polri untuk berupaya meningkatkan keamanan di wilayah rawan konflik di Papua.
"Negara harus memastikan pengamanan di daerah rawan konflik telah optimal, termasuk di lokasi strategis seperti sekolah dan puskesmas," kata Puan.
"Perlindungan bagi warga sipil, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan, harus maksimal dan menjadi prioritas utama,” ujar dia.
Politikus PDI-P ini juga meminta pemerintah dan aparat penegak hukum memberikan informasi akurat dan lengkap mengenai jumlah korban serta pihak-pihak yang diduga terlibat.
“Kita meminta pemerintah memberikan kejelasan lebih perinci terkait korban jiwa. Harus ada penjelasan yang lebih akurat,” ujar Puan.
Sebelumnya, enam orang guru dan seorang tenaga kesehatan diserang KKB di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Jumat (21/3/2025) pekan lalu..
Akibat serangan tersebut, satu orang guru asal NTT dilaporkan meninggal dunia, sementara enam lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, aksi penyerangan ini diduga dilakukan dengan cara membakar sekolah dasar dan rumah guru.
Baca Juga: Ada Jokowi dan SBY Berikut Daftar Nama Pengurus Danantara
KKB diduga membawa senjata api serta menyerang dan membakar sekolah maupun rumah guru. Dari tujuh orang yang diserang, enam di antaranya berasal dari NTT dan satu orang dari Sorong, Papua Barat Daya. Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita