Peralihan menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan di Jakarta tidak hanya menyentuh kendaraan roda empat. Green SM mulai memperluas ekosistem mobilitas listriknya dengan menghadirkan Green Bike, layanan sepeda motor listrik yang resmi diluncurkan di Jakarta pada 16 September.
Kehadiran layanan tersebut menyasar kebutuhan mobilitas roda dua di tengah karakter Jakarta yang identik dengan kepadatan lalu lintas dan tingginya penggunaan sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari.
Green Bike dirancang sebagai layanan mobilitas yang mengandalkan sepeda motor listrik, dengan dukungan sistem penukaran baterai, pengemudi terlatih, serta layanan berbasis aplikasi.
Bagi pengemudi seperti Patrick Riva Widjaja, hadirnya Green Bike menjadi kesempatan untuk mencoba pola mobilitas yang berbeda.
"Saya ingin menjajaki peluang baru sekaligus merasakan arah mobilitas hijau yang berbeda," ujar Patrick, pengemudi yang berbasis di stasiun Joglo.
Baca Juga: Mengenal Eksistensi Green Line SM, Siapa Pemilik Taksi Hijau Ini?
Rekan Patrick, Mochamad Daud, juga memilih bergabung dengan Green Bike. Ia menyebut pengalaman menggunakan kendaraan listrik memberikan sejumlah perbedaan dalam aktivitas berkendara sehari-hari.
Menurut Daud, motor listrik Green Bike menawarkan pengoperasian yang halus, desain yang menarik, navigasi GPS terintegrasi, serta tidak menghasilkan emisi langsung ketika digunakan.
"Rasakan perbedaan berkendara menggunakan sepeda motor listrik Green Bike, dengan jarak tempuh hingga sekitar 100 kilometer dalam kondisi optimal. Ini benar-benar merupakan solusi mobilitas yang efisien, nyaman, dan ramah lingkungan," ujarnya.
Gunakan VinFast Evo dan Feliz II
Dalam operasional Green Bike, pengemudi menggunakan sepeda motor listrik VinFast, termasuk model Evo dan Feliz II.
Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam penggunaan kendaraan listrik untuk layanan ride-hailing adalah ketersediaan energi. Pengemudi membutuhkan kendaraan yang dapat terus digunakan untuk melayani pelanggan tanpa waktu tunggu pengisian baterai yang panjang.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Green Bike menyediakan akses hingga lima kali penukaran baterai gratis setiap hari melalui jaringan penukaran baterai V-Green.
Sistem tersebut memungkinkan pengemudi menukar baterai yang telah digunakan dengan baterai yang siap digunakan sehingga kendaraan dapat kembali beroperasi.
Patrick menilai penggunaan sepeda motor listrik juga memberikan keuntungan dari sisi operasional.
"Sepeda motor listrik Green Bike sangat efisien dan hemat biaya operasional. Saya juga sangat terkesan dengan desain model-model listriknya yang stylish dan khas. Ini menjadi nilai tambah besar, baik bagi pengemudi maupun pelanggan," katanya.
Dari Mobil hingga Motor Listrik

Kehadiran Green Bike menjadi bagian dari upaya Green SM memperluas ekosistem transportasi listrik di Indonesia.
Sebelumnya, Green SM telah mengembangkan layanan taksi listrik. Kini, layanan tersebut diperluas ke kendaraan roda dua yang memiliki karakter berbeda dan lebih fleksibel untuk mobilitas di tengah kepadatan perkotaan.
Green SM menyatakan secara global telah menyelesaikan sekitar 850 juta perjalanan dengan jarak tempuh hampir 6 miliar kilometer.
Perusahaan juga mengklaim perjalanan tersebut telah membantu mengurangi lebih dari 800.000 ton emisi CO₂. Green SM menyetarakan angka tersebut dengan karbon yang diserap sekitar 36 juta pohon.
Angka tersebut merupakan klaim perusahaan dan menggambarkan skala operasi Green SM secara global.
Pengemudi Jadi Bagian dari Transisi Mobilitas
Green SM tidak hanya menempatkan kendaraan listrik sebagai produk, tetapi juga mengaitkannya dengan perubahan pola mobilitas perkotaan.
Bagi pengemudi yang setiap hari menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan, penggunaan kendaraan listrik menjadi pengalaman langsung dari transisi tersebut.
Patrick mengatakan, dirinya melihat kesempatan menjadi bagian dari perkembangan mobilitas ramah lingkungan di Indonesia.
"Bagi saya, menjadi pengemudi Green Bike berarti mendapatkan kesempatan untuk menjadi pelopor mobilitas ramah lingkungan sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan Green SM di Indonesia," ujarnya.
Dengan hadirnya Green Bike, ekosistem transportasi listrik di Jakarta kini mencakup kendaraan roda empat dan roda dua. Bagi kota dengan mobilitas tinggi seperti Jakarta, perkembangan tersebut menjadi bagian dari semakin beragamnya pilihan transportasi berbasis listrik.