Wakil Presiden Gibran Rakabuming turut menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), terkait penanganan yang masih ada kekurangan.
Adapun permintaan maaf disampaikan Gibran saat hadir di posko pengungsian di Stadion Gelora Samador, Maumere, Kamis (20/8), bersama Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Gibran turut menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh masyarakat yang kehilangan keluarga akibat bencana tersebut.
"Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat," kata Gibran dalam keterangan tertulis Jumat (21/8/2026).
Baca Juga: Gak Ada yang Berani Ikut Sayembara Ijazah SMA Gibran, Padahal Hadiahnya Miliaran
Ia juga menyampaikan pihaknya telah meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan bantuan menyentuh seluruh masyarakat terdampak.
Seperti kebutuhan dasar, mulai dari makanan, air bersih, toilet, obat-obatan, hingga layanan kesehatan dan kebutuhan mendesak lainnya.
"Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya," ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga mengaku tidak akan membiarkan masyarakat sendirian menghadapi dampak bencana, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.
"Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat," tegasnya.
"Bapak, Ibu, di sini dulu, ya. Ada gempa susulan. Kita pastikan nanti rumah yang rusak, sekolah-sekolah, tempat-tempat [lainnya], nanti kita perbaiki," tukas Gibran.