Warren Buffett dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia dengan kesuksesan besar di bidang investasi. Namun, di balik kekayaannya, miliarder berjuluk "Oracle of Omaha" ini ternyata memiliki gaya hidup yang cukup unik dan jauh dari kebiasaan sehat pada umumnya.

Buffett dikenal gemar mengonsumsi Coca-Cola, burger, hot dog, hingga es krim. Bahkan, menurut pengakuannya yang pernah diceritakan kepada sejumlah pihak, ia tidak mengonsumsi air putih selama 48 tahun.

Meski pola makan dan kebiasaan minumnya kerap menjadi sorotan, Buffett ternyata memiliki rutinitas sederhana yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, yakni menari. Aktivitas fisik ini bahkan disebut telah menjadi bagian dari kesehariannya selama puluhan tahun.

Kebiasaan minum Buffett kembali menjadi perhatian setelah miliarder Bill Ackman menceritakan pengalamannya saat makan malam bersama investor legendaris tersebut.

Mengutip Economic Times pada Rabu (04/11/2026), dalam sebuah episode podcast Equity Mates Investing, Ackman mengenang momen ketika dirinya menawarkan air putih biasa atau air berkarbonasi kepada Buffett. Namun, Buffett justru memilih Coca-Cola.

Dalam kesempatan itu, Buffett juga mengatakan bahwa dirinya sudah tidak meminum air putih selama 48 tahun.

Baca Juga: Saran Warren Buffett jika Perang Dunia III Pecah, Tetap Beli Saham atau Pegang Uang Tunai?

Kecintaannya terhadap minuman bersoda tersebut memang bukan rahasia lagi. Pada 2015, Buffett pernah mengungkapkan bahwa sekitar seperempat asupan kalorinya setiap hari berasal dari Coca-Cola. Ia bahkan dikabarkan dapat mengonsumsi hingga lima kaleng minuman tersebut dalam sehari.

Selain minuman bersoda, Buffett juga dikenal menyukai berbagai makanan cepat saji. Menu favoritnya meliputi burger McDonald's, hot dog, kentang goreng, popcorn, kue kering, permen, hingga es krim.

Dalam biografi berjudul The Snowball: Warren Buffett and the Business of Life, terungkap bahwa ia juga menyukai chilli cheese dog, yaitu roti berisi sosis dengan saus cabai dan keju, serta es krim sundae dengan sirup ceri dan taburan kacang cincang.

Dalam wawancara dengan Fortune, Buffett pernah menjelaskan alasan di balik pola makannya yang tidak biasa. Ia mengaku terinspirasi oleh kebiasaan makan anak-anak berusia enam tahun.

"Saya memeriksa tabel aktuaria, dan tingkat kematian terendah ada pada anak berusia enam tahun. Jadi, saya memutuskan untuk makan seperti anak berusia enam tahun," katanya.

Baca Juga: 6 Pelajaran Finansial Warren Buffett untuk Menghadapi Masa Pensiun Tanpa Gaji Tetap

Buffett juga tidak terlalu tertarik mengubah pola makannya menjadi lebih sehat. Dalam wawancara dengan CNBC, ia pernah mengatakan lebih memilih menikmati makanan favorit daripada memperpanjang usia dengan harus mengonsumsi brokoli dan makanan sehat lainnya sepanjang hidup.

"Jika seseorang memberi tahu saya bahwa saya akan hidup satu tahun lebih lama seandainya hanya mengonsumsi brokoli dan beberapa jenis makanan lain, saya akan menjawab, kurangi saja satu tahun dari akhir masa hidup saya dan biarkan saya menyantap apa pun yang ingin saya makan," tuturnya.

Kebiasaan unik Buffett tidak berhenti pada makanan dan minuman. Ia juga mengaku bukan penggemar olahraga di pusat kebugaran atau gym.

Dalam sebuah perbincangan yang dilaporkan Business Standard, Buffett bersama mendiang mitra bisnisnya, Charlie Munger, pernah membahas kebiasaan berolahraga saat menghadiri rapat umum pemegang saham tahunan Berkshire Hathaway. Keduanya mengaku bukan tipe orang yang gemar berolahraga.

Meski demikian, Buffett bukan berarti tidak melakukan aktivitas fisik sama sekali. Menurut Routines Club, ia memiliki kebiasaan menari tap setiap hari yang disebut telah dijalankan selama sekitar 60 tahun.

Selain menari, Buffett juga kerap berjalan kaki menuju kantornya. Berdasarkan laporan Change The Company, kebiasaan berjalan kaki tersebut menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik yang dilakukannya dalam keseharian.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Finansial Warren Buffett yang Bisa Ditiru Gen Z

Soal istirahat, Buffett justru memiliki kebiasaan yang cukup teratur. Dalam wawancara dengan PBS, ia mengungkapkan bahwa dirinya menyukai tidur dan biasanya menghabiskan sekitar delapan jam setiap malam untuk beristirahat.

"Saya banyak tidur. Saya memang suka tidur. Jadi, biasanya saya tidur selama delapan jam setiap malam," ujarnya.

Kebiasaan menari yang dilakukan Buffett selama puluhan tahun menarik perhatian karena aktivitas tersebut memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. Menari melibatkan koordinasi gerakan tubuh, keseimbangan, kekuatan otot, serta daya tahan jantung dan paru-paru.

Jika dilakukan secara rutin dan disesuaikan dengan kemampuan fisik, menari dapat membantu menjaga kebugaran, meningkatkan keseimbangan, serta mendukung kesehatan jantung. Aktivitas ini juga dapat menjadi pilihan olahraga yang menyenangkan, terutama bagi kelompok usia lanjut.

Meski demikian, kebiasaan hidup Warren Buffett tidak serta-merta bisa dijadikan contoh untuk ditiru sepenuhnya. Konsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan dan pola makan yang didominasi makanan cepat saji tetap berisiko bagi kesehatan.

Tidak mengonsumsi air putih juga bukan kebiasaan yang terbukti dapat memperpanjang usia. Tubuh tetap membutuhkan cairan yang cukup agar berbagai fungsi organ berjalan dengan baik.

Kisah Buffett justru menunjukkan bahwa aktivitas fisik tetap penting di tengah kesibukan sehari-hari. Menjaga pola makan seimbang, mencukupi kebutuhan cairan, rutin bergerak, dan mendapatkan waktu tidur yang cukup tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan dan kualitas hidup seiring bertambahnya usia.