Film horor dengan balutan kisah cinta dan konflik rumah tangga kembali hadir di layar lebar. Kali ini, penonton akan diajak menyaksikan teror dalam film Dewi Siluman Ular, yang diperkenalkan di XXI Epicentrum, Selasa (3/11/2026), sebelum resmi tayang di bioskop pada 12 November 2026.

Terinspirasi dari kisah yang diangkat podcaster Prasodjo Muhammad, film ini mempertemukan tiga aktris dengan karakter kuat, yakni Anya Geraldine sebagai Dewi Siluman Ular, Aulia Sarah sebagai Rahma, dan Aghniny Haque sebagai Lela. Ketiganya terlibat dalam pusaran cinta, konflik, dan teror yang berpusat pada kehidupan seorang kepala keluarga bernama Dedi, diperankan oleh Derby Romero.

Dalam film ini, Dedi digambarkan sebagai pria yang berusaha mempertahankan kehidupan rumah tangganya. Derby Romero menjelaskan, Rahma merupakan sosok yang telah mendampinginya sejak merintis kehidupan dari nol hingga mencapai kesuksesan.

Namun, seiring berjalannya waktu, Dedi merasa tuntutan Rahma tidak pernah berakhir dan dirinya kurang mendapatkan pengertian.

Situasi tersebut kemudian mempertemukan Dedi dengan Lela, perempuan yang dianggap mampu memberikan cinta dan perhatian yang selama ini ia cari.

"Kadang-kadang kita sebagai laki-laki, apalagi laki-laki yang mencoba bertahan hidup, hanya ingin dimengerti dan punya tempat di rumahnya sendiri. Itu yang diberikan oleh Lela," ujar Derby.

Baca Juga: Angkat Isu KDRT dan Hubungan Beracun, Film Suamiku Lukaku Resmi Tayang di Vidio

Setelah mendalami karakter Dedi, Derby mengaku mendapatkan pelajaran mengenai pentingnya mempertimbangkan setiap keputusan.

Menurutnya, banyak orang mungkin pernah berada dalam situasi serupa, tetapi hal terpenting adalah tidak terburu-buru mengambil keputusan maupun memilih jalan pintas untuk menyelesaikan masalah.

Sementara itu, Aulia Sarah melihat Rahma sebagai sosok perempuan yang memiliki alasan tersendiri di balik tuntutannya kepada Dedi. Menurut Aulia, keinginan Rahma sebenarnya bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pribadi, melainkan juga demi keluarga, terutama anak-anak yang sangat dicintainya.

Namun, Rahma dinilai mulai kehilangan kendali ketika terlalu lama hidup dalam keterbatasan. Setelah merasakan kemewahan, ia justru terlena dengan keinginan untuk menikmati kehidupan bagi dirinya sendiri hingga melupakan hal-hal yang sebelumnya menjadi prioritas. Bahkan ketika keluarga telah mencapai kemapanan, Rahma masih terus menuntut dan sulit merasa puas.

Meski demikian, Aulia menegaskan bahwa Rahma bukanlah perempuan materialistis, melainkan sosok yang realistis dalam memandang kehidupan rumah tangga.

"Cinta itu tidak cukup," ujarnya.

Baca Juga: Poster Film 5cm: Revolusi Hati Dirilis, Pemain Ungkap Pengalaman Syuting Penuh Kenangan

Berbeda dengan dua karakter lainnya, Anya Geraldine menghadirkan sosok Dewi Siluman Ular yang menjadi bagian penting dari teror dalam film ini. Namun, memerankan karakter tersebut bukan tanpa tantangan. Anya mengaku sempat merasa cemas ketika mengetahui dirinya harus beradu akting dengan seekor ular bernama Albert.

Untuk mengatasi rasa khawatirnya, Anya memilih berdoa sebelum memulai pengambilan gambar. Ia juga merasakan adanya kepercayaan antara dirinya dan Albert sehingga proses syuting dapat berlangsung dengan tenang.

Anya mengungkapkan, sutradara Azhar Kinoi Lubis turut banyak membantunya dalam membangun sudut pandang karakter Dewi. Ia merasa mendapatkan arahan sekaligus dukungan selama proses produksi, dengan suasana lokasi syuting yang terasa seperti keluarga.

Salah satu pengalaman menarik terjadi ketika Dewi menunjukkan kemarahan dalam sebuah adegan. Gerakan Albert yang tiba-tiba naik justru menjadi momen tak terduga dan mendukung adegan tersebut.

"Mungkin alam semesta membantu," kata Anya.

Ia mengaku tidak mengetahui ke mana Albert akan bergerak ataupun bagaimana suasana hatinya saat itu. Namun, gerakan ular tersebut ternyata berjalan selaras dengan adegan yang sedang dimainkan.

Di sisi lain, Aghniny Haque menggambarkan Lela sebagai perempuan yang sebenarnya hanya ingin merasakan cinta dan dicintai dengan aman. Namun, keinginannya tersebut justru membawanya bertemu dengan seorang laki-laki yang ternyata memiliki kutukan.

Bagi Aghniny, kisah Lela dalam film ini erat kaitannya dengan konsekuensi dari setiap pilihan. Ia menilai Lela seharusnya tidak begitu saja menerima seseorang tanpa mengetahui latar belakangnya secara jelas. Keputusan tersebut pada akhirnya justru membuat Lela terjebak dalam situasi yang tidak diinginkan.

Ketika ditanya apakah sosok perempuan seperti Lela masih bisa ditemukan dalam kehidupan nyata, Aghniny mengaku sudah tidak lagi percaya bahwa cinta yang begitu tulus masih mudah ditemukan. Menurutnya, perempuan masa kini semakin pintar dalam menentukan pilihan dan memahami hubungan yang dijalani.

Selain mengarahkan para pemeran dewasa, Azhar Kinoi Lubis juga memberikan perhatian khusus terhadap penampilan para pemeran anak. Ia menjelaskan bahwa anak-anak sengaja diarahkan untuk berakting secara natural agar ekspresi yang muncul tidak terkesan berlebihan atau dibuat-buat.

Untuk mendukung proses tersebut, para pemeran anak didampingi orang tua sejak sesi pembacaan naskah (reading) hingga proses syuting. Orang tua juga diberikan pemahaman mengenai adegan yang akan dimainkan oleh anak-anak mereka.

Khusus untuk adegan horor yang melibatkan pemeran anak, Kinoi memilih pendekatan yang lebih mengedepankan unsur misteri ketimbang menghadirkan adegan spektakuler.

Proses pengambilan gambar pun dikemas menyerupai permainan. Salah satu contohnya, seorang pemeran anak diminta mencari mobil-mobilan tanpa diberi tahu secara detail mengenai skenario adegan yang sedang berlangsung. Dengan begitu, respons dan ekspresi yang ditampilkan diharapkan tetap spontan dan alami.

Menutup acara perkenalan film, produser Chand Parwez mengajak penonton untuk menyaksikan Dewi Siluman Ular yang akan tayang di bioskop mulai 12 November 2026.

Baca Juga: Bikin Jerit Sekaligus Ketawa, Ini Alasan Film 'Tiba-Tiba Setan' Wajib Masuk Watchlist Weekend-mu

Ia juga menyampaikan pesan yang menjadi salah satu refleksi dari cerita film tersebut, yakni pentingnya menentukan pilihan yang tepat di tengah berbagai persoalan kehidupan.

"Bertahan hidup memang penting, tetapi yang lebih penting adalah memilih jalan yang benar," ujarnya.

Chand Parwez turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan kru yang telah terlibat dalam proses produksi film Dewi Siluman Ular.