Gaya Hidup Diduga Menjadi Pemicu

dr. Adam memaparkan, berbagai faktor seperti obesitas, sindrom metabolik, pola makan yang kurang sehat, serta minim aktivitas fisik diduga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kanker usus besar pada usia muda.

Karena itu, kata dia, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta menerapkan pola makan yang seimbang menjadi langkah penting yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko.

Selain itu, dr. Adam menekankan pentingnya melakukan skrining sesuai rekomendasi medis.

"Saya sendiri waktu umur 40 tahun akhirnya kolonoskopi juga. Memang sekarang rekomendasi skrining sudah mulai diturunkan usianya karena kasus pada usia muda makin banyak ditemukan," ungkapnya.

Lebih lanjut, dr. Adam menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam mendeteksi kanker usus besar adalah gejalanya yang sering kali tidak spesifik. Dikatakannya, banyak orang menganggapnya hanya gangguan pencernaan biasa.

Adapun gejala kanker usus besar yang perlu diwaspadai antara lain diare yang berlangsung terus-menerus, sembelit berkepanjangan, nyeri atau rasa tidak nyaman di perut, perubahan pola buang air besar, hingga buang air besar (BAB) berdarah. Selain itu, penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas juga dapat menjadi tanda yang tidak boleh diabaikan.

Sayangnya, lanjut dr. Adam, gejala-gejala tersebut sering disalahartikan sebagai ambeien, stres, atau sekadar efek dari makanan tertentu.

"Kanker usus besar sering kali dianggap enteng dan tidak diperiksakan. Gejalanya dikira ambeien, dikira stres, atau bahkan hanya salah makan," kata dr. Adam.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan apabila mengalami keluhan yang berlangsung selama beberapa minggu.

"Kalau Anda atau orang-orang di sekitar Anda, berapa pun usianya, punya gejala-gejala seperti ini yang berlangsung lebih dari beberapa minggu, tolong banget jangan diabaikan. Segera periksa ke dokter," tegasnya.

Menurut dr. Adam, deteksi dini merupakan kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien kanker usus besar.

"Semakin awal kanker kolon didiagnosis, semakin besar juga peluangnya untuk sembuh," pungkasnya.

Baca Juga: Waspada Saraf Kejepit! Dokter Orthopedi Beberkan Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya