Flip, salah satu perusahaan fintech terkemuka di Indonesia, memperkuat infrastruktur produk digitalnya melalui kolaborasi strategis dengan Billfazz, penyedia solusi agregator produk digital dan PPOB. Kolaborasi yang dimulai sejak 2021 ini berfokus pada penyediaan supply produk digital yang stabil dengan skema harga yang kompetitif dan fleksibel, guna mendukung optimalisasi struktur biaya serta peningkatan margin bisnis.
Sebagai perusahaan fintech dengan volume transaksi tinggi, Flip menghadapi tantangan dalam menjaga efisiensi biaya operasional tanpa mengurangi daya saing harga di pasar. Dalam industri dengan margin kompetitif, efisiensi pada sisi supply menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan.
Melalui kemitraan ini, Billfazz menyediakan produk digital dan layanan PPOB dengan struktur harga yang dapat dinegosiasikan serta dukungan supply yang stabil dan scalable. Kolaborasi tersebut memungkinkan Flip mengoptimalkan struktur biaya sekaligus menjaga konsistensi layanan kepada pengguna.
Sejak bermitra dengan Billfazz, Flip merasakan peningkatan margin produk digital, struktur biaya yang lebih efisien, serta stabilitas supply yang mendukung pertumbuhan volume transaksi.
Anisa Ramadhan, Business Development Flip, menyampaikan “Sebagai perusahaan fintech dengan volume transaksi yang terus bertumbuh, kami membutuhkan mitra yang tidak hanya kompetitif dari sisi harga, tetapi juga stabil dan adaptif terhadap skala bisnis kami. Kolaborasi dengan Billfazz membantu kami mengoptimalkan struktur biaya sekaligus menjaga kualitas layanan bagi pengguna. Ini menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang Flip.”
Sementara itu, Satrio Wicaksono, Head of Partnership Billfazz, juga menambahkan “Kami melihat Flip sebagai mitra strategis yang memiliki visi kuat dalam membangun ekosistem fintech yang efisien dan berkelanjutan. Billfazz berkomitmen menyediakan supply produk digital yang stabil, fleksibel, dan scalable agar mitra seperti Flip dapat terus bertumbuh tanpa terbebani kompleksitas infrastruktur di belakang layar.”
Kedua perusahaan juga menegaskan komitmen untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan guna memastikan kualitas operasional yang semakin optimal. Kolaborasi ini menegaskan pentingnya peran infrastruktur produk digital yang andal sebagai fondasi pertumbuhan industri fintech nasional.