Tak hanya mengandalkan teknologi canggih, Bayu juga menunjukkan effort-nya lewat open casting yang melibatkan 2.500 peserta saat mencari calon pemain film Foufo. Hasilnya, banyak dari para pemain film ini merupakan pemain debutan yang berasal dari Madura dan Jawa Timur, dan bahkan bukan aktor profesional.

“Ini membuktikan bahwa ketika kita yang ada di daerah diberikan kesempatan, kita juga bisa. Kesempatan itu dari dulu jauh banget kan, adanya cuma di Jakarta. Tapi kami ingin memberikan kesempatan ke teman-teman di daerah, dengan open casting di Surabaya Utara saat itu. Dan jebolan-jebolan casting itu sekarang menjadi jajaran pemain di film Foufo,” cerita Bayu.

Baca Juga: Debut Jadi Pemeran Utama di Film ‘Foufo’, Ini Dia Sosok dan Jejak Karier Tretan Muslim

Selain jajaran pemeran yang merupakan debutan dan memberikan kesempatan untuk teman-teman di daerah, film Foufo juga memberikan kesempatan untuk generasi baru perfilman Indonesia. Penulis skenario film ini, Ahmad Faishol, pertama kalinya menulis naskah untuk film panjang bioskop di film Foufo, sejak ia menyelesaikan studi di kampus film.

“Ini panggungnya kita semua sebagai orang daerah. Aku di sini bilang sebagai orang Jawa dan film ini kan mengangkat budaya dan bahasa Madura. Ini film berbahasa Madura tapi campur, ada bahasa Jawa, Madura, yang juga ada di Jawa Timur. Kalian yang nggak berbahasa Madura, jangan khawatir, karena ada subtitle,” tambah Bayu.