Perjalanan Karier
Ferry Salim mengawali kariernya di dunia hiburan sebagai model pada 1989. Ia kemudian mulai merambah dunia akting dengan membintangi serial televisi Kembang Setaman pada 1996.
Namanya semakin dikenal setelah membintangi film Ca-bau-kan pada 2002. Dalam film garapan Nia Dinata yang diadaptasi dari novel karya Remy Sylado tersebut, Ferry berperan sebagai Tan Peng Liang. Penampilannya mengantarkannya masuk nominasi kategori The Best Actor di Festival Film Asia Pasifik dan Aktor Favorit di Festival Film Bali.
Sejak saat itu, Ferry aktif membintangi berbagai film, serial televisi, dan serial web. Beberapa film yang pernah dibintanginya antara lain Koper (2006), Anak Ajaib (2008), Soekarno (2013), Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar (2014), Ngenest (2015), A Man Called Ahok (2018), Gampang Cuan (2023), dan Possession: Kerasukan (2024).
Baca Juga: Menilik Profil dan Perjalanan Karier Aktor Senior Donny Damara, Berawal dari Dunia Model
Pada 2025, Ferry tampil dalam film The Most Beautiful Girl in the World sebagai Marc Salim dan Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia sebagai Baba Rahman. Ia juga terus aktif di dunia perfilman pada 2026 melalui sejumlah proyek, di antaranya Ahlan Singapore, Sekawan Limo 2: Gunung Klawih, dan Kuasa Gelap: Perjanjian Darah.
Selain film, Ferry juga membintangi berbagai serial televisi, seperti Hafizah (2009), Cinta Melody (2010), Cinta Cenat Cenut (2011–2012), Tetangga Masa Gitu? (2014), dan Kesempurnaan Cinta (2016–2017). Di dunia serial web, ia pernah tampil dalam Keluarga Benben (2018), Pertaruhan the Series 2 (2023), Tukar Tambah Nasib (2023), serta Sekotengs (2024).
Di luar dunia akting, Ferry juga pernah dipercaya menjadi Duta Nasional UNICEF untuk Indonesia pada 2004.
Tak hanya berkarier di panggung hiburan, Ferry turut menjajal dunia bisnis dengan memiliki butik yang menjual pakaian batik. Pada 2010, Ferry mengembangkan usahanya ke bidang kuliner dengan membuka restoran Jepang bernama Shabu Slim.