Pegiat media sosial, Ferry Irwandi, mengajak masyarakat untuk terlibat dalam upaya perlindungan hutan melalui gerakan patungan.

Menurut Ferry, menjaga hutan bukan persoalan sederhana karena membutuhkan riset mendalam, dialog dengan berbagai pihak, hingga pemahaman terhadap aturan dan kondisi di lapangan.

Ferry mengatakan, gagasan mengenai pendanaan untuk perlindungan hutan selama ini sulit diwujudkan dalam skala besar karena kompleksitas persoalan yang harus dihadapi.

“Patungan untuk hutan, nggak gampang, rumit, dan njelimet. Itulah kenapa ide ini nggak pernah benar-benar terealisasi dalam skala yang masif. Karena lo butuh riset, lo butuh menemui banyak pihak, lo butuh melakukan dialog, lo butuh membedah semua aturan dan hukum yang berlaku, serta terjun langsung ke lapangan untuk memahami semua hal ini secara holistik,” papar Ferry, sebagaimana Olenka kutip dari Instagram pribadinya @irwandiferry, Jumat (4/9/2026).

Namun, Ferry menyebut, berbagai proses tersebut telah dilakukan dan solusi untuk merealisasikan gagasan tersebut telah ditemukan.

Ia pun mengajak masyarakat kembali menunjukkan kekuatan gotong royong melalui pendanaan kolektif untuk menjaga hutan Kalimantan.

“Berita baiknya, kawan-kawan, semuanya udah gue lakukan, dan syukurnya, solusinya sudah kita temukan. Jadi ya, kalau dalam waktu singkat kita bisa bersama-sama mengumpulkan Rp10,3 miliar untuk Sumatra, Rp9 miliar untuk Flores, maka kali ini mari kita lakukan yang terbaik untuk melindungi hutan Kalimantan,” kata Ferry.

Baca Juga: Ferry Irwandi Ajak Publik Wujudkan Gagasan Patungan untuk Selamatkan Hutan Kalimantan