Ferry menyebut, sejumlah organisasi nonpemerintah (NGO) lokal telah dihubungi untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan.

Menurutnya, tim Kitabisa yang berada di Kalimantan juga disebut telah bersiaga untuk membantu penanganan bencana.

Selain itu, Kitabisa telah membuka penggalangan dana bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan kepada warga terdampak.

Ferry pun mengajak masyarakat yang memiliki kemampuan untuk berkontribusi melalui kanal donasi tersebut.

“Kitabisa juga kemarin sudah buka link galang dana untuk teman-teman yang mau membantu saudara-saudara kita di Kalimantan,” terang Ferry.

Menurut Ferry, perhatian terhadap bencana lingkungan tidak seharusnya hanya tertuju pada Kalimantan. Ia juga menemukan adanya ratusan hotspot di sejumlah wilayah Sumatra ketika melakukan pemantauan melalui data satelit.

“Bukan cuma Kalimantan saja sih. Di Pulau Sumatra juga kemarin gue cek ada lebih dari 800 hotspot di beberapa titik,” tuturnya.

Ferry menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sejumlah wilayah Indonesia saat ini membutuhkan perhatian dan respons bersama.

Ia pun berharap, masyarakat maupun pihak-pihak terkait tidak mengabaikan bencana yang terjadi di berbagai daerah, termasuk Flores, Kalimantan, Sumatra, dan wilayah lainnya.

“Indonesia tidak dalam keadaan baik-baik saja. Semoga semua pihak punya atensi yang sama untuk menanggulangi apa yang terjadi di sini, di Flores, di Kalimantan dan beberapa daerah yang lain,” tandas Ferry.

Baca Juga: Janji Purbaya untuk Masyarakat NTT: Dari Bantuan hingga Anggaran Tambahan untuk Pulih dari Bencana